Angkat Guru Honorer Jadi PPPK, Nadiem: Masih Ada Honorer Digaji Rp 100 Ribu

Guru honorer

Terkini.id, Jakarta – Pemerintah mengumumkan akan mulai membuka penerimaan honorer untuk jadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun depan atau 2021 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menjelaskan bahwa saat ini masih ada guru honorer yang hanya dibayar Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu per bulan.

Hal itu diungkap Nadiem usai bercerita bahwa dirinya berkeliling ke banyak daerah di Indonesia untuk mengetahui kondisi tenaga pengajar. Padahal, guru-guru honorer ini memiliki dedikasi yang tinggi.

“Saya sudah banyak berkeliling ke sekitar Indonesia, berbagai macam daerah, dan setiap kali saya menemui guru-guru honorer. 

Ada banyak sekali dari mereka yang punya hati nurani yang tulus untuk mengajar dan punya berbagai macam inovasi dan motivasi untuk mengajar,” kata Nadiem yang disiarkan di saluran YouTube Kemendikbud RI, Senin 23 November 2020.

Menarik untuk Anda:

Sampai pada suatu titik, dirinya menyadari masih banyak guru honorer yang gajinya tidak layak sementara mereka berhak mendapatkan kesejahteraan lebih.

“Jadi, semakin saya terjun ke lapangan semakin saya menyadari bahwa pasti ada cukup banyak guru-guru honorer ini yang gajinya sekarang dibayar antara Rp 100 (ribu) sampai Rp 300 ribu per bulan yang sebenarnya layak menjadi ASN, yang sebenarnya punya kompetensi untuk menjadi guru yang baik,” papar Nadiem.

Didasarkan hal itu, pendiri Gojek tersebut pun menjelaskan bahwa pemerintah memutuskan untuk membuka rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Kita memastikan di Kemendikbud bahwa ada jawaban di pemerintah, ada jawaban mengenai bagaimana bagi yang layak dan punya kompetensi yang baik, bagaimana mengenai kesejahteraan mereka, bagaimana mengenai kesetaraan nafkah mereka,” tambahnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Anies Posting Foto Pasien Corona Meninggal, Ade Armando: Semoga Dia Sadar dan Segera Bertobat

Taufan Pawe Umumkan Dirinya Positif Covid-19

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar