Masuk

Soal IKN, Anies Baswedan: Selalu Muncul Hal yang Diteruskan, Dikoreksi dan Dihentikan

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Dalam acara perbincangan dengan Refly Harun, Anies Baswedan mengutarakan pendapatnya soal apakah dirinya akan meneruskan atau menghentikan kebijakan Jokowi terkait pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menjelaskan jika kelak dirinya yang memenangkan Pemilihan Presiden 2024 (Pilpres 2024), Anies Baswedan akan melihat apakah terdapat peraturan perundang-undangan yang mengikat dan mewajibkan untuk melanjutkan suatu proyek dari pemerintahan sebelumnya.

“Jadi sederhanya kita ingin agar apa yang sudah dikerjakan memberi manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat Indonesia. Saya sederhana saja hari ini, selama itu ada aturan perundangannya siapapun pejabat negara harus melaksanakan. Jadi tidak bisa selera kita, keputusan itu harus dihormati,” ujar Anies Baswedan, dikutip dari saluran YouTube Refly Harun, Kamis 1 Desember 2022.

Baca Juga: Diduga Sindir Jokowi, Anies Baswedan Berharap KA Parahyangan Tahun Depan Masih Ada

Lebih lanjut, Anies Baswedan menyamakan perihal penerusan kebijakan pemerintahan sebelumnya dengan pemerintahan baru layaknya seseorang yang sedang mendaki.

Orang yang mendaki gunung, adakalanya membutuhkan istirahat dan memikirkan langkah apa yang akan diputuskan.

Mantan Rektor Universitas Paramadina ini juga akan bersikap layaknya pendaki gunung.

Baca Juga: Anggap Demokrasi Indonesia Menurun, Anies Baswedan Singgung IKN

“Jadi ketika setiap etape selalu muncul hal-hal yang harus diteruskan, dikoreksi, dihentikan dan hal baru yang dibawa,” katanya.

Kemudian, Anies Baswedan menerangkan kalau di setiap sistem pemerintahan terdapat 2C yaitu Change and Continuity.

“Tidak bisa hanya 1 C, Change dan Continuity,” tuturnya.

Sebagai informasi, pemerintahan Jokowi memutuskan untuk merevisi Undang-Undang IKN Nomor 3 Tahun 2022 dan telah memberikan usulan tersebut ke badan legislatif Indonesia, DPR.