Anies Baswedan Disebut Calon Presiden Bohong-bohongan

Anies Baswedan Disebut Calon Presiden Bohong-bohongan

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Pakar Komunikasi Politik Tjipta Lesmana menilai Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sebagai calon presiden bohong-bohongan lantaran sampai saat ini belum memenuhi syarat Presidential Treshold terkait suara partai untuk maju di Pilpres 2024.

Tjipta Lesmana menjelaskan, syarat pertama yang harus dimiliki calon presiden yakni popularitas. Ia pun menilai bahwa popularitas merupakan aspek yang paling penting untuk menjadi presiden di Indonesia.

“Yang pertama calon cukup populer, cukup dikenal, kalau nggak dikenal ‘maaf ini siapa ya, ini tokoh dari mana? Nggak pernah dengar saya’, cukup populer, very important. Jadi pertama harus populer, cukup famous namanya di kalangan bangsa,” kata Tjipta dalam sebuah diskusi yang digelar via Zoom, Kamis 3 November 2022.

Kemudian, kata Tjipta, syarat kedua yakni memiliki partai yang memenuhi syarat presidential threshold sebesar 20 persen.

Terkait hal itu, ia pun menyebut Anies Baswedan sebagai calon presiden bohong-bohongan lantaran sampai saat ini belum memenuhi syarat kedua tersebut.

Baca Juga

“Kedua umumnya harus punya partai ya, kalau nggak punya partai jangan bermimpi lah, apa lagi kita ada Presidential Threshold atau PT 20,2% kalau nggak salah. Ini sampai sekarang Anies Baswedan calon presiden, calon presiden bohong-bohongan, dia partainya belum ada dia, partainya NasDem, NasDem nggak sampai 10%, tidak memenuhi syarat. Dia mesti koalisi minimal 3 partai, santer-santer sejak awal koalisi dengan AHY demokrat, terus PKS, ini yang PKS,” jelasnya.

Sementara syarat ketiga, menurut Tjipta, yakni calon presiden harus pintar dan berkarakter.

Tak hanya itu, Tjipta pun menyebut hal yang tak kalah penting yakni calon presiden harus memiliki modal untuk menghadapi Pemilu.

“Kemudian doku, bahasa Betawinya doku, terutama di Indonesia, anda nggak punya duit tidur lah, jangan mimpi jadi presiden di Indonesia, di luar negeri juga gitu, very expensive, mahal sekali, mahal sekali. Waktu anda calon presiden harus keliling dari Aceh sampai ke Merauke keliling-keliling, jual kecap ya keliling, memang nggak pake duit? Naik pesawat kan. Untuk jadi presiden di sini saya kira Rp 10 T harus disiapkan,” ujarnya, dikutip dari detikcom.

Lebih lanjut, Tjipta juga menyebut keterampilan dalam berkomunikasi politik juga penting dimiliki oleh seorang calon presiden.

“You must have a brilliance political communication skill, Anda setiap capres harus memiliki kemampuan ‘kompol’ atau ‘komunikasi politik’. Kompol ini amat sangat penting, kalau mau jadi presiden kan mesti kampanye kan, kampanye keliling-keliling, kampanye menggunakan kompol, komunikasi politik,” terangnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.