Tekini.id, Jakarta – Direktur Centre for Youth and Population Research (CYPR), Dedek Prayudi menanggapi pendapat bahwa Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan adalah korban propaganda ayat mayat di Jakarta.
Dedek Prayudi mengatakan bahwa narasi memang dapat dimanipulasi, tapi rasa tidak akan pernah hilang.
Ia juga menyindir bahwa pihak yang membuat narasi “Anies Baswedan adalah korban” sedang melakukan playing victim.
“Kebutuhan untuk playing victim itu ada karena eks kandidat yang paling diuntungkan dari brutalnya politisasi agama di Pilkada DKI 2017 lalu kini sedang memasang kuda-kuda untuk Pemilu 2024 dengan merapat ke pemilih moderat dan sekuler,” kata Dedek Prayudi.
“Boleh memanipulasi narasi, tapi ‘rasa’ takkan pernah hilang,” sambungnya, sebagaimana dikutip Terkini.id pada Jumat, 29 April 2022.
- Dedek Prayudi Sebut Karakter Kepemimpinan Ganjar Pranowo Sesuai Cita-Cita Pancasila
- Menohok! Dedek Prayudi ke Anwar Abbas: Yang Kita Tidak Butuh Itu Pemuka Agama Bermental Politikus
- Husin Shihab Tegaskan Anies Baswedan Tidak Punya Skill Kepemimpinan: Anies Sudah Coba di DKI Tapi Gagal
- Sentil Ustaz Hilmi, Dedek Prayudi: Kok Tuhan Dibuat Kayak Bandar Taruhan dan Pesuruh Balas Dendam
- Dedek Prayudi: Tidak Adil Kalau Ada Perlakuan Khusus Negara terhadap Tokoh Agama
Bersama pernyataannya, Dedek Prayudi membagikan cuitan Chusnul Chotimah yang menanggapi pernyataan bahwa Anies Baswedan adalah korban propaganda jahat ayat-mayat di Jakarta.
Melalui akun Twitter pribadinya, Chusnul Chotimah menyindir bahwa ini adalah pendapat kadrun gila.
Pasalnya, menurut dia, kadrunlah yang memasang spanduk bertuliskan tidak mau mensalatkan jenazah pendukung penista agama dan memakai ayat untuk memenangkan Pilkada.
Namun, kini kadrun melah mengatakan bahwa Anies Baswedan yang memenangkan Pilkada Jakarta 2017 adalah korban propaganda ayat dan mayat.
“Mereka yang dengan bangga pasang spanduk di masjid dan tempat lain, tidak mensholatkan jenazah pendukung dan pembela penista agama. Mereka yang pakai ayat untuk pilkada. Mereka yang menang Pilkada,” kata Chusnul Chotimah pada Selasa, 26 April 2022.
“Sekarang mereka teriak Anies yang jadi korban propoganda jahat ayat mayat di pilkada DKI. Kadrun giIa!” sambungnya.
Dalam cuitannya, Chusnul Chotimah tidak menyebutkan nama siapa pun. Namun, pernyataan soal Anies adalah korban propaganda jahat ayat mayat sebelumnya disampaikan Anggota Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), Tatak Ujiyati.
Tatak Ujiyati spesifikanya menyinggung soal jenazah Nenek Hindun yang dulu sempat disebut-sebut ditolak disalatkan sebab memilih lawan Anies di Pilkada Jakarta 2017, yakni Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
“Anies adalah korban propaganda JAHAT ayat mayat di Pilkada Jakarta,” kata Tatak Ujiyati melalui akun Twitter pribadinya pada Senin, 25 April 2022.
Menurutnya, para pembenci atau haters menggunakan jenazah nenek Hindun sebagai proxy kampanye negatif untuk menyerang Anies Baswedan.
“Yang katanya jenazah tak disholatkan, faktanya disholatkan. Yang katanya ditolak, faktanya justru relawan Anies yang bantu Ambulance,” katanya.
Bersama pernyatannya, Tatak Ujiyati membagikan berita berjudul “Polisi Tegaskan Tak Ada Penolakan Mensalatkan Jenazah Nenek Hindun” dan “Hoax Seputar Jenazah Nenek Hindun”.
Dilansir dari Sindo News, Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Iwan Kurniawan memastikan bahwa tak ada penolakan mensalatkan jenazah nenek Hindun binti Raisman (78) di Mushala Al Mu’minun yang berada di kawasan rumahnya itu.
“Saya sudah konfirmasi ke pihak keluarga (Nenek Hindun), tak ada penolakan di masjid itu,” ujarnya pada Senin, 13 Maret 2017.
Menurut Kombes Iwan, keluarga mengaku Nenek Hindun tak bisa disalatkan di mushala karena keterbatasan orang. Sementara, hanya ada uztaz Ahmad Syafi’i di sana.
“Jadinya, terpaksa Uztaz Syafi’i mensalatkan di rumah bu Hindun. Tidak ada masalah. Hanya kesalahpahaman saja sehingga tersebar di media massa,” jelasnya.
Kombes Iwan menambahkan, polisi tidak akan mengambil langkah-langkah termasuk kemungkinan adanya proses hukum.
“Polisi baru bergerak jika bukti dan kasus pidana di sana. Kan tak ditemukan (dalam kasus nenek Hindun),” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
