Terkini.id, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, baru-baru ini kembali dinyinyiri oleh sejumlah netizen seusai menggelontorkan dana sebesar dua miliar untuk penataan ulang sejumlah ruangan.
Adapun dana itu digunakan untuk melakukan penataan ulang beberapa ruangan di gedung Balai Kota DKI Jakarta.
Besaran anggaran tersebut pun telah dikonfirmasi langsung oleh Kepala Biro Umum Setda Provinsi DKI Jakarta, Budi Awaludin.
“Perbaikan ruangan sebesar kurang lebih Rp1,5 sampai Rp2 miliar setahun,” papar Budi ketika dikonfirmasi pada Kamis kemarin, 15 April 2021, dikutip terkini.id dari Akurat.co.
Budi mengaku bahwa Pemprov DKI Jakarta setiap tahunnya mamang selalu menganggarkan biaya penataan gedung Balai Kota dan diketahui nominal dana yang disediakan Anies tahun ini sama besarnya dengan tahun lalu.
- Ahok Tanggapi PDIP Usung Anies di Pilgub DKI Jakarta
- Rocky Gerung Saran ke Anies Untuk Tak Maju Dalam Pilgub Jakarta
- KPU Resmi Umumkan Pemenang Pilpres 2024, Anies Baswedan: Kita Dukung Langkah Tim Hukum!
- Anies Baswedan Sebut Kabar Dirinya Maju di Pilgub Hanya Pengalihan Isu
- Cek Fakta: Benarkah Relawan Anies Baswedan Temukan Kotak Suara Tak Tersegel di Kota Makassar?
“Anggaran renovasi di biro umum untuk ruangan masih sama dengan tahun kemarin.”
Budi juga memastikan bahwa penataan kali ini tidak sampai pada perbaikan fisik dan desain ulang konstruksi ruangan.
Ya, penaatan itu dilakukan hanya untuk menyesuaikan kondisi ruangan karena ada beberapa dinas yang dilebur menjadi satu sehingga secara otomatis pegawai yang selama ini terpisah ruangan akan bekerja dalam satu ruangan yang sama.
“Peleburan beberapa biro menjadi satu juga memengaruhi kebutuhan ruangan yang harus ditata,” tutur Budi.
Nah, yang menjadi sorotan netizen, yaitu pernyataan bahwa penataan ulang sejumlah ruangan tak sampai pada perbaikan fisik.
Hal yang sama juga dikatakan oleh Kepala Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi Setda Provinsi DKI Jakarta, yakni Bayu Meghantara, ketika dihubungi terpisah.
Sama dengan Budi, Bayu juga menegaskan bahwasanya tak ada perombakan fisik ruangan untuk penataan ulang beberapa ruangan tersebut.
Ia menegaskan penataan ulang sejumlah ruangan di Balai Kota hanya sebatas perpindahan tempat para pegawai dari satu ruangan ke ruangan yang lain sehingga hal ini juga berpengaruh pada konsep tata ruang kerja.
“Eggak, enggak ada (konstruksi fisik). Contohnya dulu, kan, biro administrasi sekarang ditempati sama biro ASD kerja sama. Masing masing,” jelas Bayu.
“Pindahin kursi. Ya, cuman diangkat saja gitu,” pungkasnya.
Menanggapi hal tersebut, banyak netizen yang merasa heran dengan biaya penataan ulang ruangan yang tak memerlukan konstruksi fisik justru diberi anggaran dua miliar oleh Anies Baswedan.
“Mindah kursi 2 milyar.. Kalau mindah tugu sepeda berapa milyar yaa??? Robot damkar aja lbh 6,5 milyar.. Untung ke bongkar …,” tanggap akun Zola.
“mantab nis….teruskan itu baru mindahin kursi 2 M…apalagi mindahin meja ya nis bisa 8 M,” timpal akun Ekko Gunawan.
“(Emoji tertawa).. kerjaan cuma nyuruh OB dianggarkan 2 M…??? Sungguh benar si dai dg segala kelicikannya…,” imbuh akun wahyu susilo.
“Lumayan sisa 1 tahun waktunya KEBUT PROGRAM HABISIN APBD DKI sampe MINUS & NGUTANG yang Buanyak …,” ujar akun WL Bong.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
