Selain itu rasisme Amerika jelas terjadi bukan karena ada penyebab lain, seperti “sosial jealousy” atau kecemburuan sosial akibat kesenjagan ekonomi misalnya.
Justru pelaku rasis di Amerika adalah mereka yang fortunate (beruntung) dari kalangan masyarakat kelas atas.
Hal ini berbeda dengan kasus di Indonesia. Justru adanya kasus-kasus, sebutlah rasisme kepada kelompok tertentu, disebabkan adanya sense of unfairness (rasa ketidak adilan) dalam masyarakat.
Bahwa adanya ketidak adilan perekonomian, di mana kelompok kecil justru menguasai perekonomian negara dengan proporsi yang tidak sesuai menjadikan kelompok masyarakat mayoritas merasa terzholimi.
Karenanya kalaupun ada tendensi rasisme, atau minimal ketidak senangan mayoritas di Indonesia terjadi bukan karena itulah tabiat bangsa.
- AFT Hasanuddin Siaga, Pertamina Pastikan Pasokan Avtur Haji 2026 Aman
- Gakkumhut Sulawesi Imbau Masyarakat di Sekitar Pertambangan Ikut Mencegah Aksi Perambahan Liar
- Parmusi Sulsel Serukan Tabayyun Terkait Isu Jusuf Kalla
- DPRD Makassar Desak Dinas Pendidikan Larang Acara Perpisahan Siswa di Luar Sekolah
- BSI Gerakkan 10 Ribu Perempuan Selamatkan Bumi Lewat Aksi Tanam Pohon
Apalagi dianggap karena agama. Tapi karena faktor lain yang menjadi pendorong. Faktor hilangnya sense of justice (rasa keadilan di tengah masyarakat).
Tapi di Amerika sekali lagi memang didorong oleh mentalitas penjajah (colonial mentality) orang putih Yang merasa lebih hebat dari warga lain yang berkulit non putih.
Di sinilah kesalahan fatal ketika seorang ingin menyamakan antara rasisme Amerika dan Kasus rasisme di Indonesia.
Tentu tidak sama dan menyamakannya adalah kebodohan dan sekaligus pelecehan kepada bangsa dan negara Indoensia.
Saya hanya ingin sekali lagi mengatakan kepada semua anak bangsa, mari kira jaga nama baik bangsa ini. Tentu dengan tetap mengkritisi secara proporsional semua kekurangan yang ada.
Kritis kepada bangsa dan negara seharusnya menjadi bagian dari sikap nasionalisme kita. Bukan justeru karena dorongan keinginan untuk melihat bangsa ini buruk dan terjatuh di mata dunia.
Belajarlah berterima kasih. Atau belajar tahu diri!
New York, 18 Juni 2020
Diaspora Indonesia di kota New York
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
