Terkini, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menginstruksikan seluruh jajarannya untuk bersiaga penuh menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda wilayah Sulawesi Selatan hingga akhir Maret 2025.
Peringatan ini merespons prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa Sulsel berpotensi mengalami hujan lebat disertai angin kencang sejak 15-22 Maret, yang dapat menyebabkan banjir dan tanah longsor di beberapa titik rawan.
Munafri menegaskan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Makassar harus bergerak cepat dan tanggap dalam menghadapi ancaman bencana ini.
Seluruh camat dan lurah diminta siaga 24 jam, memastikan keselamatan warga, serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mitigasi dan penanganan darurat.
“Saya sudah meminta Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) untuk terus memperbarui informasi kepada masyarakat. Ini penting agar semua warga lebih berhati-hati dan siap menghadapi kemungkinan terburuk,” kata Munafri, Rabu, 19 Maret 2024.
- Buka Pelatihan Konseling Menyusui, Bupati Jeneponto Tegaskan Jangan Hanya Seremonial, Tapi Beri Manfaat Nyata
- Sukacita Panen di Desa Lise, Potret Sinergi Pemkab Sidrap dan Petani Kawal Swasembada Pangan
- Wali Kota Makassar Gandeng Sinar Jaya Bahas Bus Kota Terintegrasi Jalur Kampus
- Tersangka Bibit Nenas Sulsel Kembalikan Uang Rp3 Miliar ke Negara
- Deretan Top Scorer dan Best Player Warnai AAS Cup II 2026
Jalur Logistik Pulau-Pulau Jadi Prioritas
Selain mitigasi banjir di wilayah daratan, Munafri menyoroti kelancaran distribusi logistik ke pulau-pulau sekitar Makassar yang sering kali terganggu akibat cuaca buruk.
Ia menginstruksikan BPBD dan OPD terkait untuk memastikan lalu lintas laut tetap aman agar pasokan kebutuhan pokok tidak terhambat, terutama menjelang Lebaran.
“Di pulau, harus dipastikan distribusi logistik tetap berjalan lancar. Ini yang saya tekankan kepada BPBD, jangan sampai masyarakat di kepulauan kesulitan mendapatkan bahan pokok akibat cuaca buruk,” ujar Munafri.
Menurutnya, kondisi cuaca yang tidak menentu bisa berujung pada keterlambatan pasokan bahan pangan dan kebutuhan esensial lainnya, yang berisiko meningkatkan harga di wilayah kepulauan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
