Antisipasi Pemilih Ganda, KPU Makassar Akan Luncurkan Aplikasi E-Coklit

Ketua KPU Makassar, Farid Wajdi

Terkini.id — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar akan meluncurkan aplikasi Pencocokan dan Penelitian (Coklit) Elektronik atau E-Coklit daftar pemilih tetap (DPT) Pemilihan Walikota (Pilwali) Makassar 2020 mendatang.

Ketua KPU Makassar, Farid Wajdi mengatakan, bahwa aplikasi Coklit dinilai penting untuk diketahui oleh masyarakat bahwa rekapitulasi data pemilih adalah proses yang terukur.

Aplikasi Coklit sebenarnya sebagai alat bantu bagi KPU untuk memudahkan kerja-kerja pemutakhiran data pemilih.

“Cara kerjanya sebenarnya, sama dengan rekapitulasi dengan rekap data pemilih Sebelumnya, hanya saja modelnya didatabasekan, ketika ada data ganda, gampang diketahui,” ujar Farid.

Untuk pemutakhiran DPT Pilwali 2020 mendatang, KPU terus berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil).

Disinggung soal tingkat pemilih pemula,
Farid menenerankan melakukan pengumpulan Data Agregat Kependudukan per Kecamatan (DAK2) . Setelah ini DAK2 keluar kemudian DP4.

“Kemudian kami melakukan pemutakhiran data pemilih berdasarkan data DP4 yang diberikan Kemendagri melalui Pemda. Dari situ akan ada DPS, dari DPS kami sdha bisa memetakan potensial 17 tahun di 2020, nanti tanggal 23 September, sehingga bisa dimasukkan di DPT lebih awal,” paparnya

Komisioner Program dan Data KPU Kota Makassar, Romy Harminto menambahkan, E-Coklit KPU akan melibatkan sekitar 4000 petugas untuk mencocokan data dan penelitian di lapangan. Mereka akan disebar di setiap kecamatan dengan cara dor to dor.

“Bulan Maret mulai diterapkan dengan melibatkan sekitar 4000 PPDP (Petugas panitia pemutakhiran data pemilih),” kata Romy Harminto.

Kelebihan E-Coklit ini mempermudah penginputan dan akurasi yang tinggi, sehingga untuk kasus ganda bisa ditekan seminimal mungkin.

Berita Terkait
Komentar
Terkini