Appi Bakal Gelar Silaturahmi Dengan Ketua RT dan RW, Pengamat Sebut Tidak Melanggar Aturan

Firdaus Muhammad.

Terkini.id — Bakal Calon Walikota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi) bakal menggelar silaturahmi bersama ketua RT dan RW, di Gedung Celebes Convention Center (CCC) Jalan Metro Tanjung Bunga Makassar, pada 31 Januari 2020 nanti.

Hal itu dilakukan untuk melakukan sosialisasi tahap awal untuk memaparkan visi-misinya sebagai kandidat Pemilihan Walikota (Pilwali) Makassar 2020.

Pengamat Politik UIN Alauddin, Firdaus Muhammad mengatakan, pertemuan tersebut sebagai langkah jitu Appi dalam melakukan sosialisasi lebih awal.

Apalagi Ketua RT dan RW memiliki peran yang strategis dalam melakukan edukasi dan menyampaikan informasi langsung ke masyarakat di wilayah masing-masing.

“Hanya saja RT-RW harus memainkan peran sebagai open-leader, sebagai benteng moral yang mengayomi semua lapisan masyarakat. Bukan sebagai gatevoter, atau pencari suara,” ungkap Firdaus, Minggu 12 Januari 2020.

Kegiatan mengumpulkan seluruh Ketua RT dan RW se-Kota Makassar yang akan digelar di tim pemenangan Appi pada akhir Januari ini ternyata tidak melanggar satupun aturan perundang-undangan.

“Apapun kegiatan yang dilakukan dalam pertemuan tersebut, itu belum kena aturan karena memang belum ada calon walikota resmi. Jadi tidak ada aturan baik undang-undang maupun Peraturan KPU yang dilanggar,” kata pakar politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Dr Firdaus Muhammad.

Sementara itu, Ketua RT 06/RW 07 Tamamaung, Junaedi Hasyim menilai peran RT-RW dalam politik praktis tidak dilarang oleh undang-undang.

Ia merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa serta perubahannya di PP 47/2015 dan PP 11/2019.

“Sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa, ORT dan ORW itu bukan ASN, tapi mitra pemerintah. Jadi kalau dilarang RT-RW berpolitik, itu sangat disayangkan. RT RW harusnya berpolitik karena dia sumber informasi di masyarakat,” kata Junaedi yang akrab disapa Erte Mudayya ini.

Menurutnya, sekedar mengedukasi masyarakat tentang demokrasi, tentang program dan visi-misi calon adalah hal yang baik.

“Yang tidak boleh adalah menggunakan fasilitas yang diberikan pemerintah kota dan atau menekan masyarakat melalui kebijakan. Tapi menyampaikan informasi ke masyarakat terkait program calon walikota itu sangat boleh. Terserah masyarakat, siapa yang mau dipilih,” tambahnya.

Sekedar informasi, di Kota Makassar terdapat 4.981 Rukun Tetangga (RT) dan 998 Rukun Warga (RW) yang tersebar di 153 kelurahan dari 15 kecamatan se-Makassar.

Appi melalui tim Garda Pemenangan Munafri Arifuddin (GASMAR) mengundang seluruh Ketua RT-RW tanpa terkecuali untuk bersilaturahmi dan mendengar sosialisasi program dan visi-misinya maju di Pilwalkot 2020 mendatang.

Silaturahmi ini akan digelar di Gedung Celebes Convention Center (CCC) Jalan Metro Tanjung Bunga pada 31 Januari 2020 nanti.

Appi mengundang tanpa memandang afiliasi politik RT-RW, siapapun calon yang didukung tetap dipersilahkan dan dihimbau untuk hadir.

Komentar

Rekomendasi

Gandeng Indosat Ooredoo, Forum OSIS Sulsel Beri Kuota Internet Gratis untuk Sekolah Terpilih

Warga BTP Makassar Krisis Air Bersih, Ternyata Ini Penyebabnya

Cegah Corona, Muslimah Wahdah Makassar Bagikan Vitamin C untuk Masyarakat

Cegah Penyebaran Corona, Damkar Makassar Intens Penyemprotan Disinfektan

Cegah Penyadapan Corona, Iqbal Dorong Transaksi Cashless

Pj Walikota Minta Rumah Ibadah Umumkan Kewaspadaan Virus Corona

Harga Gula Pasir di Pasaran Melonjak di Tengah Pandemi Corona

Bareng GASS, Gerakan Jurnalis Anti Corona Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Masjid

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar