Masuk

Arteria Dahlan ‘Kebal Hukum’, Bambang Wuryanto: Hanya Bisa Dikritik, Tidak Bisa Diproses Hukum

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Meskipun telah membuat heboh banyak orang, Arteria Dahlan disebut ‘Kebal Hukum’ atau memiliki hak imunitas sehingga apa yang diungkapkan tidak bisa dituntut.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi DPR RI Bambang Wuryanto.

“Di ruang sidang rapat itu setiap anggota Dewan punya hak imunitas. Jadi omongannya tidak bisa dituntut oleh siapa pun,” ungkapnya.

Baca Juga: Indonesia Menetapkan Hukuman Untuk Seks di Luar Nikah Dalam Perombakan Hukum Pidana

Menurut Bambang, Ia (Arteria Dahlan) hanya bisa dikritik namun tidak bisa diproses hukum.

“Sejauh itu paling kritik, tapi dihukum enggak bisa, karena itu hak Imunitas,” tutur Sekretaris Fraksi PDIP DPR.

Namun demikian, Bambang mengaku tidak sepakat dengan pernyataan Arteria soal Kajati dicopot karena berbahasa Sunda.

Baca Juga: Terkait Ungkapan Jokowi Untuk Pulang Kampung Usai 2024, Bambang Wuryanto: Pikiran Seseorang Bisa Berubah

“Lah ini dikritik sampai melepas masa jabatan menurut saya kelebihan. Walaupun dia punya hak seperti itu sebagai pimpinan saya menganggap itu kelebihan,” ujarnya. Dilansir dari Galamedia. Kamis, 20 Januari 2022.

Ia pun tak mempermasalahkan Kajati berbicara bahasa Sunda saat rapat.

“Ini kan sesungguhnya Pak Kajati sedikit pakai bahasa Sunda untuk tunjukkan kedekatan dengan Pak Jaksa Agung yang juga dari Sunda,” katanya.

Lanjut “Nah, ini tergantung kita cara mandangnya. Itu pesan Pak Kajati mengakrabkan,” sambung dia.

Baca Juga: Usai Masa Jabatan Habis, Jokowi Disebut Pantas Jadi Sekjen PBB

Sebelumnya, kritik Arteria itu disampaikannya saat rapat kerja bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin beberapa hari lalu.

Arteria meminta jajaran Kejaksaan Agung bersikap profesional dalam bekerja.

Arteria lantas menyinggung seorang kepala kejaksaan tinggi yang menggunakan bahasa Sunda ketika rapat kerja.

Dia meminta Jaksa Agung (JA) ST Burhanuddin memecat kajati tersebut.

“Ada kritik sedikit, Pak JA. Ada kajati yang dalam rapat dan dalam raker itu ngomong pakai bahasa Sunda, ganti, Pak, itu,” katanya.

Arteria menyayangkan sikap kajati yang menggunakan bahasa Sunda saat rapat. Menurutnya, seharusnya kajati itu menggunakan bahasa Indonesia.

“Kita ini Indonesia, Pak. Jadi orang takut kalau ngomong pakai bahasa Sunda nanti orang takut ngomong apa dan sebagainya,” katanya.

“Kami mohon sekali yang seperti ini dilakukan penindakan tegas,” tandasnya.

Pernyataan tersebut membuat murka orang Sunda. Spanduk dan poster kecaman terhadap Arteria Dahlan pun bertebaran di sejumlah titik.