Asah Pengetahuan Masyarakat Perihal Wisata Alam, Balai LHK Makassar Gelar Diklat

Balai LHK
Asah Pengetahuan Masyarakat Perihal Wisata Alam, Balai LHK Makassar Gelar Diklat

Terkini.id, Makassar – Keanekaragaman Hayati Indonesia berupa sumber daya alam sangat berlimpah, baik di daratan, udara maupun di perairan.

Semua potensi tersebut mempunyai peranan yang sangat penting bagi pengembagan kepariwisataan termasuk wisata alam.

Wisata alam merupakan salah satu bentuk wisata yang mampu memberikan variasi keuntungan yang tinggi bagi kelestarian alam, masyarakat, pendidikan dan ekonomi lokal serta nasional.

Dampak yang umum pada wisata juga mampu muncul pada pengembangan wisata alam seperti menambah sumber penghasilan dan devisa negara, menyediakan kesempatan kerja dan usaha, mendorong pengembangan usaha-usaha baru.

Wisata alam mampu meningkatakan segmen pasar wisata, sehingga mampu meluncurkan variasi wisata yang baru dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Pengembangan wisata alam yang dikelola dengan kaidah-kaidah alami akan medorong terciptanya lingkungan yang lestari.

Selanjutnya dengan kegiatan interpretasi akan mendorong penyebaran pemahaman lingkungan dan konservasi secara baik kepada pengunjung dan masyarakat luas pada umumnya.

Interpretasi wisata alam menjadi ujung tombak kekhasan wisata alam maka penting untuk disebarluaskan pemahamannya melalui pelaksanaan Diklat Interpretasi Wisata Alam.

Guna mengasah pengetahuan mengenai wisata alam tersebut, Balai Pendidikan dan Pelatihan Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengadakan Pelatihan selama 9 (sembilan) hari terhitung mulai tanggal 12-20 Juni 2019 di Makassar.

Pelatihan yang bertajuk¬†“intepretasi wisata alam” ini difokuskan pada peningkatan kemampuan dan keterampilan para pengelola wisata alam dan usaha penyediaan jasa wisata alam yang melakukan perencanaan interpretasi dan atau interpreter terkait materi, sarana interpretasi wisata alam, perencanaan interpretasi dan teknik interpreter wisata alam.

Diharapkan para peserta setelah mengikuti diklat ini, mampu menyusun program interpretasi serta merencanakan implementasi dan evaluasi interpretasi wisata alam berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Diklat diikuti 30 peserta

Menurut Muh Ilyas selaku utusan dari SMKN Makassar mengatakan, pengambilan nama Intepretasi wisata alam merupakan suatu bentuk komunikasi untuk menyampaikan atau menjelaskan karskterisk objek wisata terhadap pengunjung.

Diklat ini diikuti oleh 30 orang peserta dari Taman Nasional Sulawesi Maluku dan Papua, BKSDA, Dinas Kehutanan, SMKN, Dinas LH Kabupaten dan BDLHK Makassar.

Menariknya, pelatihan ini dihadiri dua orang peserta dari negara tetangga, yaitu Pedro Pinto SHut dan Juliao de Araujo SHut yang merupakan utusan Dirjen Kehutanan, kopi dan Tanaman Industri Timor Leste.

“Peserta Intepretasi Wisata Alam megindentifikasi wisata baik budaya maupun alam. Kemudian diharapkan mampu menjelaskan potensi wisata setempat disesuaikan dengan karakteristik pengunjung,” kata¬†Najamuddin Widyaiswara, salah seorang panitia pelaksana, Kamis, 13 Juni 2019.

Praktek intepretasi wisata alam di Hutan Pendidikan dan Pelatihan Tabo-Tabo menutup rangkaian diklat.

Berita Terkait
Komentar
Terkini