Masuk

ASN Dilarang Cuti dan Mudik saat Nataru, BKPSDMD Makassar Tunggu Edaran Kesbangpol

Komentar

Terkini.id, Makassar – Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar I Dewa Gede Widya Darma mengaku sudah menerima instruksi larangan mudik dan cuti saat libur Natal dan tahun baru untuk Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Aturan itu tertuang dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 62 Tahun 2021 yang berlaku 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Dalam salinan Inmendagri, pemerintah menerapkan sanksi bagi orang yang melanggar larangan mudik. Kepala daerah diminta untuk menyosialisasikan larangan tersebut.

Dalam poin kesatu huruf (g), disebutkan bahwa Bupati/Wali Kota melakukan pelarangan cuti bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan karyawan swasta selama periode libur nataru.

Baca Juga: Ada Kelemahan, Wali Kota Makassar Desain Ulang Kendaraan Commo

Kendati begitu, ia mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu surat edaran dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) untuk ditindaklanjuti melalui edaran khusus terkait larangan bagi pegawai untuk melakukan mudik dan cuti.

“Instruksinya sudah kami terima, tapi untuk edaran PPKM di tingkat kota itu wewenang Kesbangpol. Kami belum dapat edaran dari Kesbangpol itu. Setelah ada itu baru kami bikin juga edarannya,” ucap Dewa, Jumat, 26 November 2021.

Meski begitu, kata Dewa, pihaknya sudah mengimbau pegawai untuk tidak mengajukan cuti dalam periode tersebut. Kecuali, untuk beberapa hal mendesak.

Baca Juga: Belum Dapat Ganti Rugi, Warga Keberatan Pemindahan TPU ke Mongcongloe Maros

“Untuk pegawai sudah kami infokan untuk sementara tidak ada cuti, cuti tahunan. Kecuali cuti melahirkan, atau menemani istri melahirkan,” tegasnya.

Sementara, Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto menegaskan tidak ada perayaan malam pergantian tahun seperti yang biasa digelar di Anjungan Pantai Losari.

“Tidak bisa dilakukan karena PPKM level 3. Jadi diantisipasi penularan virus Covid-19 sehingga tidak digelar,” kata Danny.

“Tidak ada party (pesta), tidak ada, tidak ada itu,” tegasnya.

Baca Juga: Realisasi APBD Pemkot Makassar Baru 49 Persen

Danny pun bakal mengoptimalkan pengawasan pada lokasi-lokasi tempat hiburan. Penjagaan intensif akan dilakukan, khususnya pada spot-spot yang rawan menjadi tempat berkumpul orang banyak.

“Karena itu perintah negara, dan tentu untuk kebaikan kita semua. Ini untuk mengantisipasi kenaikan kasus,” tandasnya.