Ratusan Miliar Anggaran 2021 Tak Terpakai, Wali Kota Makassar Akan Tindak Tegas OPD Lamban

Terkini.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar dinilai tidak efisien mengelola anggaran selama tahun pandemi. Pasalnya, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) 2021 berkisar 800 miliar.

SILPA tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya sekitar 500 miliar. Minimnya realisasi kegiatan fisik tahun ini jadi salah sebabnya.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengakui potensi SILPA tahun ini sangat besar. Sebab itu, ia mengatakan bakal menindak tegas pejabat yang tidak berkinerja baik.

Baca Juga: Membangun Wilayah Bebas Korupsi, Danny Pomanto: Pendanaan Harus Jelas dan...

Bahkan, ia tak segan untuk memberhentikan OPD yang lambat mengurus berkas tender.

“Saya akan tindak tegas, saya anggap mereka tidak berkinerja baik,” kata Danny Pomanto, Senin, 29 November 2021.

Baca Juga: Cegah Stunting, Wakil Walikota Makassar Ingakan Ibu Hamil Pantau Pertumbuhan...

Danny menjelaskan, kebiasaan OPD selama ini baru mengurus berkas tender di pertengahan bahkan akhir tahun. 

“Saya sudah tahu kelemahan-kelemahannya, saya akan segera benahi,” sambungnya.

Untuk mempercepat realisasi program tahun 2022, ia meminta seluruh OPD menyetor dokumen tender akhir Desember ini.

Baca Juga: Cegah Stunting, Wakil Walikota Makassar Ingakan Ibu Hamil Pantau Pertumbuhan...

“Tahun 2022 akan lebih besar (realisasi), saya akan lakukan rakor untuk seluruh persuratan untuk tender harus selesai Desember,” tuturnya.

Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Makassar, Dakhlan membeberkan, realisasi fisik hingga akhir tahun baru di angka 11-15 persen.

“Tahun ini sekitar Rp700-Rp800 miliar, lebih besar dari tahun lalu yang sekitar Rp500-an miliar. Beberapa kegiatan tidak jalan,” ujar Dakhlan

Beberapa sumber SILPA lainnya, kata Dakhlan, yakni anggaran Biaya Tak Terduga (BTT) sekitar Rp50 miliar.

“Ada potensi Silpa dari Rp250 miliar (BTT), kemungkinan terpakai tak sampai Rp200 miliar,” ujarnya.

Bagikan