Atasi Kelaparan di Afghanistan, PBB Butuh Dana Rp3,1 Triliun Per Bulan

Atasi Kelaparan di Afghanistan, PBB Butuh Dana Rp3,1 Triliun Per Bulan

Dias
Redaksi

Tim Redaksi

3. Khawatir kejadian eksodus pengungsi Suriah akan terulang kembali

Banyak warga Afghanistan yang menjual hartanya untuk membeli makanan. Di sisi lain, krisis ekonomi menyebabkan Taliban tidak mampu membayar upah aparatur sipil negara.

Berdasarkan penuturan Beasley, setelah beberapa donor gagal memenuhi janjinya, WFP memanfaatkan sumber daya yang dimiliki untuk membantu kebutuhan pangan di Afghanistan hingga Desember 2021 mendatang.

Komunitas internasional berada di tengah dilema. Di satu sisi, para pemimpin dunia ingin mencegah bencana kemanusiaan di Afghanistan. Tapi, mereka tidak ingin bantuan kemanusiaan diberikan melalui Taliban, yang berarti secara tidak langsung mengakui pemerintahan mereka.

Kekhawatiran Beasley adalah bencana kemanusiaan Afghanistan dapat memicu krisis pengungsi seperti Suriah 2015 silam.
 
“Saya tidak berpikir para pemimpin di dunia menyadari apa yang akan terjadi,” kata dia.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.