Awal 2022 Tetap Waspada Investasi Bodong, Berikut Ciri-Cirinya

Terkini.id, Jakarta – Memasuki awal 2022, masih diramaikan dengan penipuan investasi menggiurkan yang berujung investasi bodong. Salah satu korban, yakni dengan username Twitter RayiAyodia menulis cuitan kemarin, Senin 10 Januari 2022 yang telah tertipu hingga Rp115 juta dengan total Rp5 miliar dari seluruh korban.

Tak dipungkiri, dalam satu dekade terakhir, investasi jenis ini memang marak di Indonesia. Adapun Satgas Waspada Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kerugian masyarakat akibat investasi ilegal mencapai Rp114,9 triliun kurun waktu 2011-2021.

Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sardjito menyatakan  besarnya kerugian disebabkan mudahnya masyarakat terbujuk iming-iming keuntungan selangit.

Baca Juga: Terjerat Investasi Bodong, Ustaz Yusuf Mansur Bakal Disidang PN Hari...

Dalam melancarkan aksinya berbagai skema menarik dirancang untuk menjebak masyarakat awam, misalnya lewat arisan online bodong, investasi berkedok kripto, hingga koperasi simpan pinjam (KSP) pun dijadikan modus untuk menipu.

Oleh karenanya, sebaiknya kenali ciri-ciri investasi bodong agar Anda tidak mudah dikelabui seperti berikut ini sebagaimana dilansir cnnindonesia.

Baca Juga: Investasi Bodong Berkedok Arisan Dengan Omset Miliaran Rupiah, Polisi Tetapkan...

Janji Cuan Besar-Besaran

Membidik untung tentu merupakan salah satu motivasi utama untuk berinvestasi. Namun, hati-hati apabila persentase keuntungan yang ditawarkan malah tak masuk akal dan berujung penipuan.

Tak sedikit investasi bodong yang memberi keuntungan di awal agar Anda menginvestasikan dana lebih dan setelahnya menghilang tak ada kabar.

Baca Juga: Investasi Bodong Berkedok Arisan Dengan Omset Miliaran Rupiah, Polisi Tetapkan...

Jaminan Bebas Risiko

Modus selanjutnya adalah mengiming-imingi keuntungan tetap (fixed income) dengan jaminan bebas risiko. Untuk mengelabui Anda, pelaku mungkin saja memberikan testimoni palsu, maka itu jangan cepat percaya dengan tawaran yang diberikan.

Skema Ponzi

Skema piramida atau ponzi merupakan ciri mencolok dari penipuan keuangan. Jika Anda ditawarkan untung dengan merekrut anggota baru, perlu diwaspadai Anda sedang berhadapan dengan investasi bodong.

Biasanya dalam skema ini Anda bakal diminta untuk membayar di awal untuk akses keanggotaan. Penipuan skema ponzi tidak jarang menjanjikan kaya instan tanpa harus kerja keras dengan menggaet anggota baru.

Bila ragu dan bingung dengan tawaran investasi yang datang, OJK menganjurkan Anda untuk menghubungi di hotline 1500 655. Nantinya pihak OJK akan mengecek apakah benar perusahaan tersebut telah terdaftar atau tidak.

Badan Hukum Tak Jelas

Lembaga investasi bodong tidak memiliki lembaga resmi meskipun dana kelolaannya bisa mencapai miliaran rupiah.

OJK mengatakan lembaga hukum resmi yang dimaksud berupa Perusahaan Terbuka (PT), persekutuan komanditer (CV), firma, yayasan, dan sebagainya.

Itulah ciri-ciri investasi bodong yang telah banyak memakan korban. Tetap waspada dengan mencari informasi seakuran mungkin jika Anda hendak berinvestasi.

Bagikan