Terkini.id, Makassar – Puluhan wanita di Makassar jadi korban penipuan dari investasi bodong yang berkedok arisan. Mereka mendatangi Mapolsek Rappicini, Janlan Sultan Alauddin, Makassar, Rabu 15 September 2021 malam untuk melaporkan penyedia jasa arisan tersebut.
Korban yang didominasi ibu-ibu sosialita ini mengaku ditipu oleh perempuan bernama Lisda selaku penyedia jasa investasi.
Sarah, salah satu korban dari arisan tersebut mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 29 juta. Ia mengenal arisan tersebut lewat sosial media Instagram @Arisanamanah dan mulai bergabung sejak bulan Februari 2021.
“Harusnya bulan depan (Oktober) itu sudah getmi semua (member) yang Rp 15 juta dan Rp 10 juta, tapi kayaknya tertundami ini karena kacaumi (dilapor). Sudah ada yang get kemarin (Agustus) tanggal 24 per Rp 6 juta, Rp 6 juta itu tidak ada yang cair sama sekali,” kata Sarah saat diwawancara, Kamis 16 September 2021.
Dijelaskan Sarah, untuk ikut dalam arisan itu, minimal uang yang harus disetor pada penyedia jasa sebesar Rp 1 juta sampai dengan Rp 15 juta. Untungnya pun disesuaikan dengan berapa hari uang tersebut disimpan di penyedia jasa.
“Misalkan investasi Rp 6 juta kembali Rp 7 juta, tergantung dia (penyedia jasa). Kita tidak bisa tentukan karena dia hanya share listnya,” ujarnya.
Awal ia bergabung dalam arisan ini disebut berjalan lancar dan normal, seiring waktu masalah mulai muncul.
Bahkan owner atau penyedia jasa baru Sarah ketahui indentitas aslinya. Dalam keseharian ownernya dikenal bernama Puput namun setelah kedoknya terbongkar ternyata ia bernama asli Lisda.
Sarah menyebut, penipuan yang berlangsung lama ini korbannya bukan hanya di Makassar saja tapi juga diluar pulau Sulawesi, seperti di Pulau Jawa.
“Dia ganti nama dan baru semua terbongkar. Banyak membernya di luar kota,” bebernya.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Rappocini, Iptu Ahmad Rizal yang turut dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Kata dia, ada tiga terduga pelaku yang terlibat dalam arisan ini diamankan pihaknya.
Tiga orang tersebut yakni Lisda selaku owner berserta pacarnya, dan satu orang lainnya bertugas sebagai admin.
“Jadi mereka melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan oleh saudara Lisda terkait dengan investasi atau arisan. Jadi korban itu memasukkan sejumlah uang pada terlapor kemudian di janjikan akan diberikan keuntungan antara Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta per 5 harinya,” terang Rizal.
Kasus ini disebut Rizal masih dalam tahap pengembangan. Dan rencananya kasus ini akan dilimpahkan ke Polrestabes Makassar.
Awalnya, Rizal mengatakan Polisi hendak melakukan mediasi antara korban dengan terduga pelaku namun akhirnya batal, hal tersebut dikarenakan banyaknya jumlah korban. Termasuk tidak adanya titik temu antara kedua bela pihak.
“Kita sempat mediasi, dasarnya pelaku ini berjanji akan mengembalikan Rp 1 juta per orang dan per hari untuk kerugian yamg di atas Rp 10 juta dan untuk kerugian di atas Rp 5 juta mereka menjanjikan Rp 5 ratus per hari,” ujar Rizal.
“Ketika (diduga pelaku) diminta untuk memperlihatkan jaminan apa yang bisa jadikan jaminan, pelaku tidak bisa memberikan, pelaku diam dan tidak bisa memberikan penjelasan pada korban-korbannya. Sampai disitu buntu,” tambahnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
