Baju Batik Kemanag Soppeng jadi Sorotan, ini kata Pakar Sastra Budaya Bugis Unhas

Baju Batik Kemanag Soppeng jadi Sorotan, ini kata Pakar Sastra Budaya Bugis Unhas

Farel Haeril
Hasbi Zainuddin

Tim Redaksi

Terkini.id,Soppeng Baju batik Kementerian agama kabupaten soppeng menjadi bahan perbincangan di kalangan masyarakat soppeng.

Pasalnya batik yang mengangkat budaya soppeng duga dianggap salah di kalangan masyarakat.

Dimana desain yang dimaksud sebuah tulisan berbahasa lontara yakni Sope yang dalam bahasa indonesianya diartikan robek.

Kepala Kemenag kabupaten Soppeng Afdal mengatakan bahwa sebelum melakukan desain batik tersebut pihak telah mengkonsultasi kepada teman-temannya terkait tulis lontara Soppeng.

“Soal kata SO dan PENG dalam bahasa lontara hal itu sudah benar menurut teman teman, setelah diskusi ulang sebab tidak ada ejaan NG dalam kamus lontara.

Baca Juga

Lanjut terkait dengan tulis SO dan PENG yang berpisah bahwa pihaknya mendesain dengan mengikuti lekukan berbentuk gunung dimana menurutnya soppeng merupakan daerah perbukitan dan gunung.

“Soal tulisan SO dan PENG berpisah dalam desain baju dengan mengikuti lakukan berbentuk gunung itu kan mengikuti gambar gunung karena daerah soppeng daerah berbukit dan gunung dan itu menurut kami adalah sebuah seni agar tampak indah serta sesuai ukuran huruf dan gambar gunung agar berimbang ukuran besarnya”

Sementra itu Prof. Dr. Muhlis Hadrawi, M.Hum. Pakar Sastra bugis makassar Universitas Hasanudin mengatakan bahwa terkait hal tersebut pihaknya telah melihat batik tersebut dengan gambar kelelawar, garis dengan warna merah dan variasi hitam, dengan tulisan sope.

“Saya sudah melihat gambar yang di maksud gambar batik, setau saya,menggunakan desain fauna (kelelawar) gambar itu berupa garis-garis berbentuk panning dengan berwarna merah dengan variasi merah dan putih,dan tulisan lontarnya juga saya melihatnya”

Ia juga menjelaskan terkait tulisan dengan Huruf SO dan Pe (tulisan lontara) tersebut itu tidak tertulis dengan serangkai, dan tidak sejajar dan bisa menciptakan kesalahan pembacaan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.