Masuk

Bakoel Rujak Viral karena 7 Sambal Pilihan Khas Nusantara, Laris Sejak Pandemi Dimulai

Komentar

Terkini.id, Makassar – Eko Kholiq Prasetyo tidak menyangka, bisnis rujak bernama ‘Bakoel Rujak’ yang dia rintis pada 2020 silam, saat Pandemi covid-19, bisa laris dan tumbuh dengan pesat. Tujuh sambal pilihan membuatnya berbeda.

Bakoel Rujak yang awalnya fokus berjualan lewat online, mendapat respons yang besar dari masyarakat Kota Makassar, bahkan menjadi salah satu pemenang penghargaan Makassar Most Favourite Culinary ( MFC) 2022 untuk kategori rujak.

Eko bahkan tidak menyangka untung bisnis rujak itu justru bisa menutupi beban utang usaha lain miliknya, yakni barbershop dan butik. Dua usaha yang lebih dahulu dia rintis itu sempat terdampak Pandemi covid-19.

Baca Juga: Mencicipi Korean Street Food, Resto Hae Don Hadir di Makassar Dengan Harga Terjangkau

“Usaha barbershop dan tekstil ini sempat berhenti beroperasi selama beberapa bulan, karena kebijakan PPKM (pembatasan/PSBB) waktu itu. Di sisi lain, kita harus tetap membayar 50 persen gaji berjalan karyawan meski tidak bekerja,” ungkap Eko saat ditemui terkini.id, Rabu 29 Juni 2022 lalu.

Dia menceritakan, sekitar dua bulan sejak pembatasan tahun 2020 lalu itu, dan usahanya harus tutup, dia mulai melakukan riset pasar untuk membuat usaha alternatif. Dia pun menemukan, banyak masyarakat yang mulai gaya hidup sehat dengan rajin berbelanja buah.

Baca Juga: TERKINI.ID Sukses Gelar MFC Award 2022, Berikut Daftar Kuliner Favorit di Makassar

“Untuk bisnis buah ini, kebanyakan itu di segmen salad atau jus buah. Nah, kelihatannya segmen rujak yang kompetitornya masih sedikit. Kebanyakan usaha rujak itu dalam bentuk gerobak gerobak di pinggir jalan. Nah, kita buat yang lebih premium,” ungkap dia.

Pemasaran Bakoel Rujak pun dilakukan secara online, lewat grab food dan gofood. 

Saat awal awal merintis usaha Eko dan istrinya sendiri yang langsung ke pasar membeli buah buahan. Untuk saus rujak, dia mengumpulkan resep rujak dari berbagai daerah di Nusantara. Ada yang dimodifikasi.

“Kami bikin 7 rasa sambel. Kebetulan rujak itu macam macam jenis sambelnya dari berbagai daerah. Saya juga banyak belajar dari keluarga yang mengerti resep sambel rujak ini,” ungkap dia.

Baca Juga: TERKINI.ID Makassar Akan Umumkan Pemenang Most Favourite Culinary Award 2022 Malam Ini

Tujuh rasa sambil itu di antaranya sambel petis yang bahannya dari Madura, sambel gula merah kacang mete lokal yang bahan bakunya dari Bone, sambel terasi terasi Selayar, sambel Bangkok dari Thailand yang cocok dipasangkan jambu batu, sambel ebi, hingga sambel garam khas daerah Sulsel.

“Kita juga ada sambel gosip namanya. Ini signature, karangan sendiri dan ternyata tidak disangka banyak yang suka. Banyak yang jastip (jasa titip) dari daerah,” ceritanya.

Untuk buah buahan, covid-19 mengubah masalah suplai bahan baku itu menjadi peluang. Banyak petani petani buah yang kekurangan permintaan dari supermarket karena pembatasan.

“Awalnya kita ambil dari pedagang, kini kita ambil langsung dari petani dalam jumlah besar.
Kesegarannya pun terjamin. Kita ambil buah mangga dari petani di Pinrang hingga Mangkutana. Untuk nenas kita ambil dari Kalimantan, bengkoang dari Jawa, buah Jambu dari Palu. 80 persen buah buah kita suplai langsung dari petani,” ungkapnya lagi.

Kurang lebih 5 bulan setelah memulai usaha bakoel rujak, Eko bisa menutupi beban biaya usaha butik dan barber shop-nya.

Setelah dua tahun berjalan, outlet bakoel rujak yang awalnya cuma satu yakni di Kompleks Griya Panakkukang Indah Jalan Hertasning, bertambah menjadi lima. Empat outlet baru yang dibuka berada di jalan Urip Sumoharjo, Antang, Jalan Macan dan Perintis.

“Salah satu outlet kita di Jalan Perintis itu berupa ruko yang awalnya kita sewa untuk usaha butik. Tapi akhirnya kita alihkan ke Bakoel Rujak. Jadi kita sewa ratusan juta cuma untuk jualan rujak,” ucap dia.

Meski mengandalkan jualan lewat online, Eko mempromosikan rujaknya dengan mengandalkan media sosial. Bisa ditemui lewat akun @bakoel_rujak Instagram.

“Netizen itu suka dengan makanan yang tampilannya bikin ngiler. Jadi fungsinya media sosial untuk merangsang mereka memesan lewat layanan gofood atau grabfood,” ungkapnya.