Terkini.id, Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menanggapi desakan kubu Moeldoko yang memintanya memohon maaf pada Presiden Jokowi.
AHY menilai bahwa pihak-pihak yang telah menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang lah yang seharusnya meminta maaf kepada Presiden Jokowi dan rakyat Indonesia atas kegaduhan yang mereka buat.
Hal tersebut dikatakan AHY saat konsolidasi dengan pengurus Partai Demokrat se-Jawa Tengah di Kabupaten Semarang, Minggu, 4 April 2021.
“Mereka yang di sana yang seharusnya minta maaf karena sudah membuat gaduh, karena sudah mempertontonkan politik yang tidak berkeadaban,” tegas AHY, dilansir dari Antara News.
Menurutnya, Partai Demokrat sudah menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah yang menolak pengesahan kepengurusan hasil KLB Deli Serdang.
- Sebut Kubu Moeldoko Kalah 8-0 Lawan Kubu AHY, Politisi Demokrat: Jenderal Dikalahin Mayor
- Ruhut Sitompul Sebut Demokrat Hanya Masa Lalu: Sekarang Bangga Jadi Kader PDIP, Paten Merdeka
- Gugatan Yusril Ditolak MA, Demokrat: Begal Dimanapun Selalu Kalah
- Demokrat Sebut Yusril Minta Bayaran 100 M, Kubu Moeldoko: Kami Tidak Selera Tanggapi Pernyataan Panik dan Jurus Mabuk
- Rachland: Apa karena Demokrat Tak Sanggup Bayar 100 M maka Yusril Pindah Membela Kubu Moeldoko?
Penghargaan dan sasa terima kasih itu ia sampaikan karena menilai negara sudah menegakkan hukum seadil-adilnya.
Selain itu, lanjut AHY, ia dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat tidak pernah menuduh pemerintah berkaitan dengan konflik yang terjadi di dalam partai tersebut.
Adapun surat yang ia kirimkan kepada Presiden justru diniatkan untuk emnjaga nama baik Kepala Negara.
“Justru sebaliknya, kami difitnah. Justru kami mengirim surat ke presiden karena ingin menjaga nama baik Kepala Negara agar jangan sampai dimanfaatkan,” katanya.
Lebih lanjut, AHY mengatakan bahwa apa yang pihaknya lakukan selama ini semata-mata adalah meminga negara adil dan objektif. Menurutnya, hal itu bukanlah suatu kesalahan.
“Kami tidak pernah menuding siapa pun. Meminta negara agar adil dan objektif bukan merupakan kejahatan, bukan kesalahan,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
