Balas Pernyataan Ustadz Somad, Abu Janda: Mengirim Teroris Ketemu Bidadari di Surga Tugas Aparat

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Abu Janda membalas pernyataan Ustadz Abdul Somad (UAS) terkait meninggalnya enam laskar Front Pembela Islam (FPI) yang tewas ditembak aparat kepolisian.

Lewat unggahannya di Instagram Permadiaktivis2, Rabu 9 Desember 2020, Abu Janda membagikan video pernyataan Ustadz Somad yang menyebut membunuh orang beriman balasannya adalah neraka jahanam.

“Siapa yang membunuh orang beriman maka balasannya adalah neraka jahanam,” ujar UAS dalam video itu.

Baca Juga: Kukuh Polisikan Abu Janda, Ketum KNPI: Silahkan Kudeta Saya

Abu Janda pun menanggapi pernyataan Ustadz Abdul Somad tersebut. Menurutnya, mengirim teroris ketemu dengan 72 bidadari di surga adalah memang tugas aparat.

“Membunuh orang beriman memang balasannya adalah neraka. Tapi mengirim teroris ketemu 72 Bidadari di Surga itu adalah tugas aparat,” ujarnya.

Baca Juga: Tengku Zul Balas Netizen Soal Bidadari Surga: Kitab Sucimu Memang...

Sebelumnya, Ustadz Abdul Somad alias UAS menanggapi peristiwa 6 pengikut Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang tewas ditembak mati polisi lantaran menyerang aparat berwajib.

Dalam video pernyataannya yang beredar di media sosial, Selasa 8 Desember 2020, UAS menyebut aparat polisi yang menembak keenam simpatisan Rizieq Shihab tersebut akan mendapat balasan neraka jahanam.

Menurutnya, dalam agama Islam seseorang yang membunuh satu orang maka balasannya adalah neraka. Apalagi, kata UAS, yang dibunuh tersebut adalah orang beriman.

Baca Juga: Kasihani Netizen Soal Bidadari Surga, Tengku Zul: Di Kitabmu Tak...

“Islam mengatakan siapa yang membunuh satu orang sama dengan membunuh semua orang,” ujar UAS dalam videonya tersebut.

“Siapa yang membunuh orang beriman, maka balasannya adalah neraka jahanam,” sambungnya.

Dalam videonya itu, Ustadz Abdul Somad juga meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) agar mengusut tuntas peristiwa itu dan bersikap adil.

Hal itu, kata UAS, supaya tidak menimbulkan fitnah di tengah-tengah umat terkait peristiwa tersebut.

“Kepada Komnas HAM, usut tuntas supaya tidak ada fitnah berkepanjangan. Kalau Komnas HAM bertindak, dan diusut tuntas, Insya Allah, Allah menolong,” ucapnya.

Selain itu, Ustadz Abdul Somad juga meminta kepada seluruh jamaah dan masyarakat Indonesia agar tidak terprovokasi dengan adanya insiden tersebut.

“Kepada jamaah dan seluruh bangsa Indonesia untuk tidak terprovokasi, cerdas bermedsos, berdoa kepada kepada Allah,” ujarnya.

Sponsored by adnow
Bagikan