Banjir di Samarinda dan Konawe, Tim DMC Dompet Dhuafa Evakuasi Wanita Hamil

Banjir di Samarinda dan Konawe, Tim DMC Dompet Dhuafa Evakuasi Wanita Hamil

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Samarinda – Hujan dalam waktu yang lama di Indonesia bagian tengah mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah kabupaten kota di Provinsi Sulawesi Tenggara dan Samarinda.

Banjir merendam ribuan rumah di kabupaten dan kota akibat Intensitas curah hujan yang mengguyur beberapa wilayah di Sulawesi dan Kalimantan, yang masih merendam sejumlah wilayah di kawasan tersebut.

Bencana di beberapa provinsi tersebut menyebabkan puluhan ribu warga mengungsi dan kerusakan pada sektor pemukiman, pertanian, perikanan serta fasilitas umum.

“Hingga hari ini (Kamis, 13 Juni 2019) selain evakuasi korban hingga assement wilayah terdampak. Dompet Dhuafa melalui Tim Disaster Management Center (DMC) melakukan pendistribusian bantuan ke wilayah terdampak baik di Konawe dan Samarinda,” ujar drg Imam Rulyawan MARS selaku Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, Kamis, 13 Juni 2019.

Tim DMC, kata dia, turut mengevakuasi ibu hamil 9 bulan di Desa Mumundowu, serta membuka layanan medis bagi para korban di tengah banjir yang belum surut, antusias para korban rela untuk menembus banjir demi mendapatkan fasilitas kesehatan, pasca bencana banjir ini beberapa pengungsi terserang penyakit.

Baca Juga

“Dompet Dhuafa bersama tim DMC mendirikan dua pos Dompet Dhuafa berada di Talk Café, Jalan Malaka, Kambu, Kota Kendari dan Kelurahan Inolobu, Kecamatan Wawatobi, Kabupaten Konawe,” ujar drg Imam Rulyawan.

Hingga Kamis, 13 Juni 2019 Sumber BPBD Konawe mendata sekitar 4.095 jiwa mengungsi 35 titik pengungsian 109 desa terdampak dari 17 kecamatan terdampak.

Wilayah Konawe Utara terdapat 5.703 jiwa mengungsi, 202 rumah hanyut terbawa arus banjir, 1.396 rumah terendam, sementara fasilitas umum terdiri dari 28 sekolah terdampak, 5 masjid terdampak, 3 jembatan rusak sedangkan untuk sektor pertanian terdapat 970,3 hektare area sawah terendam, 83,5 hektare area jagung terendam, dan di sektor perikanan terdapat 432 hektare area tambak terdampak hingga 11 hektare kebun terdampak.

Sementara di wilayah Konawe Utara setidaknya terdapat 42 Desa dari 6 Kecamatan terdampak.

Di Kabupaten Konawe banjir masih menggenangi desa-desa yang berada di Kecamatan Wonggeduku dan Kecamatan Pondidaha. Sebagian penduduk sudah dievakuasi oleh tim gabungan bersama DMC Dompet Dhuafa ke titik-titik pengungsian.

Korban banjir di Kecamatan Anggaberi tepatnya yang berada di Desa Wunduongohi, Andabia, Lerehoma mulai terserang penyakit, rata-rata mengalami gatal-gatal, muntah, flu hingga diare.

Sementara di Kabupaten Konawe Utara hingga kini banjir yang menggenangi wilayah tersebut, terutama di wilayah Kecamatan Andowia mulai surut.

Ketinggian air saat ini tinggal 50 cm dan semeter dari mula ketinggian mencapai 3 meter. Di Kecamatan Andowia wilayah banjir berada di Desa Labangga, Karonanga, Puuwanua dan Puusuli.

Tim DMC Dompet Dhuafa terus distribusi bantuan logistik

Tim Disaster Managament Center (DMC) Dompet Dhuafa, terus melakukan pendistribusian logistik di Desa Arnesiu Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe dan evakuasi terhadap dua orang bayi di Desa Mumundowu, Kecamatan Pondidaha dan mengevakuasi ibu hamil 9 bulan di Desa Sulemandara.

Kebutuhan yang saat ini dibutuhkan para pengungsi selimut, makanan, air minum, tikar alas, perlengkapan bayi, obat-obatan, pakaian dan sumber listrik.

Sejauh ini Dompet Dhuafa mendirikan pos berada di Jalan S Parman, Samarinda, Kalimantan Timur dan Perum Griya Mukti Sejahtera, Sempaja Selatan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.