Baru Bebas dari Penjara karena Pandemi Corona, Pria Ini Perkosa Tetangga

Perkosa Tetangga
Pelaku Iswahyudi perkosa tetangga usai bebas dari penjara karena pandemi Corona. (Foto: Detik)

Terkini.id, Banyuwangi – Usai bebas dari penjara gegara Pandemi Corona, seorang pria di Banyuwangi kembali ditangkap polisi lantaran memperkosa tetangganya sendiri.

Pelaku bernama Iswahyudi (28), warga Kecamatan Licin, Banyuwangi, memperkosa korbannya di sebuah gubuk di tengah sawah.

Adanya peristiwa itu dibenarkan Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin.

“Pada Hari Minggu, 10 Mei 2020 sekitar pukul 03.00 WIB, kita menerima laporan seorang perempuan. Dia melaporkan telah mengalami perbuatan tidak senonoh yaitu diperkosa oleh seseorang,” kata Arman, seperti dilansir dari Detik, Selasa, 12 Mei 2020.

Pemerkosaan tersebut dilakukan pelaku pada 9 Mei 2020 sekitar pukul 00.30 WIB. Awalnya, korban pulang dari Kota Banyuwangi diantar oleh seorang temannya.

Menarik untuk Anda:

Namun, setibanya di sekitar lokasi kejadian, yakni jalan area persawahan Kecamatan Glagah, korban dihadang dua orang pria.

Korban dan temannya pun langsung diancam dengan sebilah pisau oleh salah seorang pelaku.

Adapun rekan korban yang ketakutan langsung melarikan diri dan meninggalkan korban sendirian bersama kedua pelaku.

Setelah itu, korban dibawa ke sebuah gubuk di area persawahan tersebut. Di gubuk inilah ia diperkosa oleh Iswahyudi.

“Kemudian dua orang pelaku yang menghadang itu salah satunya menyetubuhi korban dengan ancaman, di pondok di areal sawah. Kemudian terjadilah perbuatan yang tidak semestinya dilakukan itu,” ujar Arman.

Usai kejadian tersebut, pelaku berhasil diamankan di sekitar rumahnya oleh personel Polsek Glagah dibantu Resmob Polres Banyuwangi.

Sementara seorang rekan pelaku lainnya yang juga terlibat dalam kasus tersebut tengah diburu aparat kepolisian.

“Satu orang yang ditangkap merupakan residivis. Baru saja bebas kemarin itu. Saat ini, kita masih memburu satu pelaku lainnya yang diduga merupakan pelaku yang membawa senjata tajam dan menodong korban,” ujar Arman.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku terancam dijerat Pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara di atas 5 tahun.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Demonstran di Makassar Bakar Mobil Ambulance Nasdem

Bongkar Sosok Gus Nur, Denny Siregar: Dia Bukan Anak Kyai dan Belum Pernah Nyantri

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar