Batas Penyerahan Aset PT GMTD Berakhir Besok, DPKP: Masih Menunggu

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Makassar Suhartini

Terkini.id,Makassar – Terkait penyerahan aset berupa fasilitas umum dan fasilitas sosial (fasum-fasos) dari pihak GMTD, Kepala DPKP Kota Makassar, Suhartini menyatakan, sejauh ini, pihaknya masih menunggu kesiapan PT GMTD untuk penyerahan aset.

Dia menilai terdapat beberapa dokumen yang harus dilengkapi pengembang sebelum menyerahkan ke pemerintah Kota Makassar.

“Masih proses ini, kita tunggu dokumen yang kita minta ke GMTD. Pihak Kejaksaan juga ikut membantu memberikan arahan untuk melengkapi dokumen,” ucap Suhartini, Kamis, 11 Juli 2019.

Adapun kelengkapan dokumen yang dimaksud, yakni kelengkapan alas hak terkait fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) GMTD. Alas hak tersebut merupakan bagian terpenting dalam proses penyerahan aset lantaran menjadi bukti kepemilikan pengembang.

Berdasarkan rapat sebelumnya, Selasa 25 Juni 2019, dengan Kejari, GMTD, dan Pemkot, target kesepakatan penyerahan aset selama dua Minggu. Batas tersebut berakhir 12 Juli 2019 mendatang, pihak GMTD Wajib menyerahkan aset fasum dan fasosnya.

“Ini sudah mau deadline. Tapi, kita serahkan ke Kasi Datun Kejari sebagai pengacara negara,” ungkapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Muh Ansar mengatakan, pihaknya telah melaksanakan rapat bersama Kejari Makassar dan pihak GMTD. Ada beberapa poin yang mesti ditindaklanjuti dalam waktu dekat.

“Ada beberapa hasil tadi soal penyerahan fasum GMTD, ada jalan Metro Tanjung Bunga atau jalan H. Patompo berdasarkan Perdanya. Tidak ada lagi janji palsu karena ini sudah sepakatan,” kata Ansar,

Kata Ansar, pihaknya bersama GMTD disaksikan  Kasi Datun Kejari Makassar prosesi penyerahan terhitung berakhir dua pekan. Lokasi penyerahannya direncanakan dilakukan di area jalan kawasan tanjung bunga.

“Kita akan lihat dulu dokumen yang dimiliki GMTD, apakah benar atau tidak, kalau sudah sesuai maka akan dilanjutkan dengan penyerahan,” katanya.

Berita Terkait