Bawaslu Soal Prof Ronnie Higuchi: Dia Saksi Ahli BPN Prabowo

Terkini.id, Jakarta – Sejumlah informasi beredar menunjukkan seorang pakar IT, statistik dan guru besar UI, Prof Ronnie Higuchi Rusli membongkar kejanggalan quick count.

Dari informasi yang beredar, Prof Ronnie dihadirkan Bawaslu untuk mengecek kebenaran Quick Count.

Dari informasi beredar, disebutkan Bawaslu dan KPU cuma planga-plongo menyimak menjelasan Prof Ronnie.

Prof Ronnie Higuchi Rusli (pakar IT, statistik dan guru besar UI) dipanggil Bawaslu sbg ahli kesahihan QC lembaga2 survey. Tak ada satu pun surveyor QC yg mau hadir. Menariknya, kata Prof Ronnie, semua anggota Bawaslu dan KPU hanya plonga plongo melihat rumus2 yg disajikan beliau. Tak ada yg bisa tanya kpd Prof Ronnie.

Walhasil, Prof Ronnie rekomendasikan:

Kedepan utk pemilu/pilkada Lembaga Survey QC harus buka ke publik dan juga ke @bawaslu_RI dan @KPU_ID
1. Sumber pendanaannya.
2. Perhitungan samplingnya.
3. Person yg ambil sampling.
4. Metode perhitungan QC.
5. Post audit penggunaan dana.
Krn kepentingan publik harus terbuka.

Nah… jadi semua lembaga QC itu memang kaleng2, nggak bertanggung jawab ke publik. Giliran ditantang sang pakar, semua pada mengkeret takut dan tak berani jawab…

Demikian postingan Joe Roben, pada 11 Mei pukul pukul 05.39. Postingan tersebut dibagikan hingga 90 kali.

Benarkah postingan yang beredar tersebut?

Melalui media sosial, Bawaslu RI mengklarifikasi postingan yang banyak beredar tersebut.

Menurut Bawaslu, Prof Ronnie Higuchi bukan saksi yang dipanggil pihak Bawaslu. Melainkan, saksi ahli yang dihadirkan pihak BPN Prabowo Sandi.

“Terkait dengan kiriman di media sosial yang menyatakan, ‘Prof Ronnie Higuchi Rusli (pakar IT, statistik dan guru besar UI) dipanggil Bawaslu sebagai ahli kesahihan Quick Count lembaga-lembaga survey. Tak ada satu pun surveyor Quick Count yang mau hadir. Menariknya, kata Prof Ronnie, semua anggota Bawaslu dan KPU hanya plonga plongo melihat rumus-rumus yang disajikan beliau”.

Bawaslu perlu meluruskan bahwa Ronnie Higuchi Rusli menjadi SAKSI AHLI YANG DIHADIRKAN OLEH PIHAK BPN PRABOWO-SANDI, BUKAN SAKSI AHLI DARI BAWASLU dalam sidang dugaan pelanggaran administrasi Pemilu 2019 terkait lembaga hitung cepat atau quick count. Bukan Bawaslu yang mengundang yang bersangkutan.

“Kemudian, pada sidang tersebut, Bawaslu memang mengagendakan untuk mendengarkan keterangan dari pihak pelapor. Kemudian, di kesempatan berikutnya, Jumat 10 Mei 2019 Bawaslu juga mengagendakan untuk mendengarkan keterangan dari pihak terlapor yaitu KPU dan beberapa lembaga survey yang menggelar Quick Count Pemilu 2019.

Jadi Bawaslu meminta klarifikasi dan keterangan dari kedua belah pihak, baik pelapor maupun terlapor. Dalam sidang tersebut hadir pula perwakilan lembaga survey.

Dengan demikian, Bawaslu masih harus meminta klarifikasi semua pihak untuk menyimpulkan.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
News

Kerusuhan 22 Mei, Enam Orang Tewas

Terkini.id, Jakarta - Apa yang menjadi kekhawatiran banyak pihak pada 22 Mei 2019 benar-benar terjadi.Pihak pemerintah mencatat, sudah 6 orang tewas akibat kerusuhan yang