Masuk

BBM Naik, Luhut Sebut itu Lebih Baik Daripada Tidak Menaikkan Harga BBM

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan terkait kenaikan harga BBM mengatakan jika saat ini memang terasa sakit tapi setelah beberapa bulan tidak masalah.

Menurut Luhut Binsar Pandjaitan, hal ini memang awalnya akan memberatkan, namun jika dijalani dengan kekompakan sakit itu perlahan akan hilang dan membaik setelah beberapa bulan. Dan itu menjadi yang terbaik daripada pemerintah tidak menaikkan harga BBM.

Dia mengatakan menaikkan harga BBM adalah jalan terbaik dan menurutnya hal ini sangat perlu dilakukan oleh pemerintah.

Baca Juga: Rocky Gerung Singgung Pemberontakan G30S PKI usai Luhut Bantah Indonesia Dikuasai China

“Mungkin pada periode tertentu akan painfull buat kita, ada sakit buat kita, tapi saya kira setalh beberapa bulan tidak ada masalah. Asal kita kompak aja”, kata Luhut, dikutip dari laman CNN Indonesia, Minggu 4 September 2022.

Menurut Luhut, terlalu lama memberikan subsidi kepada masyarakat, dampaknya tidak baik untuk masyarakat Indonesia yang nantinya akan menjadi negara maju.

“Tahun 2045 (Indonesia) akan menajdi negara maju, harus kompak. Manakala pemerintah ada tindakan yang mungkin sementara waktu tidak enak, misalnya menaikkan harga BBM, itu sudah kita hitung bahwa itu yang terbaik daripada tidak menaikkan BBM”, ujar Luhut.

Baca Juga: Demokrat Singgung Koalisi Bubar Tak Jalan Buntut Nasdem Sebut LBP Cawapres Anies Baswedan

Sebelumnya, Luhut juga membandingkan antara harga BBM di Indonesia dan harga BBM mayoritas negara di dunia. Menurut Luhut, di Indonesia harga masih relatif lebih murah.

Bahkan, dia mengingatkan jika APBN terbebani dengan biaya subsidi sebedar RP 502 triliun yang diakibatkan oleh lonjakan harga minyak dunia.

Hal ini juga mengakibatkan naiknya selisih harga keekonomian dan harga jual BBM jenis Pertalite dan Solar saat ini.

Untuk menyiasati hal ini, Luhut mengatakan pemerintah akan terus mendorong penggunaan aplikasi MyPertamina sebagai bentuk pemantauan penggunaan BBM bersubsidi dan penyalurannya.

Baca Juga: 50.000 Buruh Demo Hari Ini di Depan Istana Akan Suarakan 6 Tuntutan

“Karenanya, pemerintah akan terus mendorong penggunaan aplikasi MyPertamina untuk mendapat data yang akurat sebelum pembatasan diterapkan”, kata Luhut.

Seperti diketahui, pemerintah resmi menaikkan harga BBM per 3 September 2022, kemarin yang diumumkan oleh Presiden Jokowi.