Terkini.id, Makassar – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto memastikan bakal mengganti pejabat yang tak jalankan program kerja. Ia mengatakan akan melakukan evaluasi terhadap Kepala SKPD hingga camat.
“Kemungkinan akan ada Kepala SKPD saya ganti karena tidak jalankan program,” kata Danny Pomanto, sapaannya, Jumat, 27 Mei 2022
Menurutnya, program kerja yang tak dijalankan dengan baik menjadi dasar pergantian.
“Itu kepala SKPD saya liat itu ada SKPD yang hanya persoalan komplain warga tidak direspons, program tidak dan ada beberapa program lainnya,” jelasnya.
Saat ini, kata dia, dirinya masih melakukan koordinasi dengan Inspektorat Kota Makassar terkait dengan pejabat yang akan diganti.
- Disperkimtan Jeneponto Gelar Rapat Koordinasi Strategis Pelaksanaan Program Kerja
- Andi Sudirman Harap Pj Gubernur Sulsel Lanjutkan Programnya: Seperti Kami Melanjutkan Program Pendahulu
- Percepat Penurunan Stunting, TPPS Provinsi Sulsel Rapat Evaluasi Program Kerja
- Ditanya Soal Peluang Jadi Calon Presiden, Anies Baswedan: 'Belum Masuk Jam Adzan Jangan Dibunyikan, Kalau Bisa... '
- Pj Rudy Percaya Kepemimpinan Danny Pomanto Mampu Membuat Makassar Lebih Baik
“Bisa diberhentikan. Saya minta Ispektorat lihat dulu,” paparnya.
Sebelumnya, Anggota Komisi A DPRD Makassar, Irwan Djafar menyebut masih banyak pejabat di pemerintah kota yang tidak bekerja maksimal lantaran tak mengerti tugas pokok dan fungsinya sebagai pejabat.
Ia pun meminta Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto segera melakukan resetting dan melakukan evaluasi terhadap kinerja kepala dinas. Ia menyebut ada kepala dinas yang lambat bekerja dan memiliki kinerja yang buruk.
Sejauh ini masih banyak jabatan sekretaris dinas, kepala bidang hingga kepala seksi yang masih berstatus pelaksana tugas (Plt). Hal Itu menjadi salah satu kendala tertundanya program Pemerintah Kota Makassar.
“Saya pikir saya setuju saja kalau mau resetting kembali. Bahkan saya juga merasa kalau ada beberapa pejabat setingkat lurah ini juga kadang tidak memahami jobdesknya atau tupoksinya,” kata Irwan.
Menurutnya, pejabat tersebut tidak memosisikan diri sebagai pelayan masyarakat. Ia mengatakan Hal itu juga terjadi di lingkup kepala dinas.
“Makanya juga perlu ada evaluasi di tingkatan kepala dinas,” katanya.
Jika Danny Pomanto meminta saran terkait kinerja kepala OPD yang perlu dievaluasi, Irwan Djafar mengaku tak segan untuk membeberkannya.
“Karena kalau saya sampaikan secara tiba-tiba nanti dianggap karena pribadi, tapi kalau saya diminta pasti saya sampaikan, tapi personnya tidak akan saya sampaikan lewat media, dan alasan-alasannya jelas,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
