Terkini.id, Makassar-Tanpa terasa, 2 tahun lamanya perjalanan kampanye konservasi dalam bentuk Street Campaign yaitu terjun langsung ke masyarakat, tepatnya di Tahun 2018. Kali ini BBKSDA Sulsel memulai kegiatan kampaye tersebut, hal ini lantaran melihat impact dan antusias masyarakat yang begitu besar dari kampaye jalanan ini.
BBKSDA Sulsel memulai menjadwalkan rutin giat kampanye ini, tidak hanya di Kota Makassar mulai dari Bidang Wilayah hingga seksi wilayah yang berada di pelosok daerah juga melaksanakan giat ini sebagai penyebaran energi positif kepada warga tentang manfaat konservasi sumber daya alam.
Di awal tahun 2020 tepatnya Minggu, 23 Februari, berlokasi Anjungan Lapangan Sultan Hasanuddin, Jl. Jendral Sudirman Makassar, dimulai pukul 6 30 s/d 09.00 WITA. Street Campaign Konservasi TSL,

Ia menambahkan, dari Mitra kami sendiri yaitu Lembaga Konservasi di Sulawesi Selatan, Gowa Discovery Park dan Citra Satwa Celebes yang memiliki Minizoo dan merupakan salah satu tempat rekreasi favorit di Makassar ikut berpartisipasi memamerkan koleksi satwa eksotiknya seperti jenis Kakatua, Macau dan satwa ekostik lainnya.
- RSUP Wahidin dan AMPHURI Sulampua Teken Kerja Sama Layanan Kesehatan Haji dan Umrah
- Refleksi Hari Kartini, Ketua TP PKK Bulukumba Nilai Perempuan Kian Berdaya
- Kanwil Kemenkum Sulsel Beri Catatan Strategis dalam Pembahasan RUU HPI di Makassar
- Syuting di Makassar, "Akal Imitasi" Tampilkan Kritik terhadap Teknologi Pendidikan
- Kantongi ISO 21001:2018, Poltekpar Makassar Tingkatkan Standar Pendidikan Vokasi
“Di sela asiknya kami berinteraksi dengan masyarakat mulai dari pembagian bibit gratis, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang kerap disapa SYL ditengah aktivitasnya berolahraga di tempat yang sama memberi apresiasi dan memotivasi semangat para rimbawan untuk terus promosi menanam, guna mencegah terjadinya banjir dan longsor,” ungkap Thomas.
Street Campign Konservasi Alam bersama seluruh UPT KLHK Sulsel dan Mitra berhasil membagikan 650 bibit tanaman terdiri dari ketapang, srikaya, salam, langsat, glodokan tiang, pete dan bidara.
Pesan konservasi dan perubahan iklim melalui leaflet, poster, video dan diskusi interaktif tersampaikan kepada masyarakat mulai dari pengusaha, pemuda, perempuan, remaja, komunitas bersepeda, ASN, NGO dan pegiat olahraga serta masyarakat umum.
Sementara itu, kata Mulyadi, petugas traffic warden dari DISHUB Kota Makassar “Ini tanaman bidara sudah lama saya cari, untung pas pembagian bibit ini saya yang bertugas,” ujar petugas yang melakukan pengamanan di area Car Free Day.
“Pohon Bidara ini diyakini bisa mengobati beberapa jenis penyakit dan salah satunya bisa menolak bala,” tambah Mulyadi pada saat diwawancarai awak media.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
