Terkini, Makassar — Bagi sebagian orang, Hari Perempuan Sedunia mungkin hanya hadir sebagai ucapan selamat atau rangkaian kampanye di media sosial. Namun bagi Rosdianah Rosi, momentum ini menyimpan makna yang jauh lebih dalam.
Perempuan yang bertugas di Polda Sulawesi Selatan itu melihat Hari Perempuan bukan sekadar perayaan simbolik. Baginya, hari tersebut adalah pengingat tentang nilai kesetaraan, keberanian, serta kontribusi perempuan di berbagai ruang kehidupan, mulai dari rumah tangga hingga panggung kepemimpinan.
Di tengah dinamika tugas kepolisian yang selama ini kerap dipandang sebagai dunia maskulin, Rosdianah justru melihat Hari Perempuan sebagai kesempatan untuk menghadirkan kembali cerita-cerita perempuan yang sering luput dari sorotan.
“Momentum ini mengingatkan kita bahwa perempuan punya peran besar di berbagai bidang. Bukan hanya di rumah, tetapi juga di ruang publik, dunia kerja, hingga kepemimpinan,” ujarnya.
Namun bagi Rosdianah, makna Hari Perempuan tidak berhenti pada simbol atau seremoni tahunan.
Ia percaya, penghormatan terhadap perempuan harus diwujudkan dalam langkah nyata mulai dari kebijakan yang adil hingga lingkungan kerja yang memberikan ruang setara bagi semua.
- Sejumlah SPPG di Jeneponto Berhenti Beroperasi, Tanda Tanya Afiliasi dengan Eks Pimpinan BGN?
- Rayakan 4 Dekade, IKA SMADA 86 Makassar Tetapkan Rudy Goni Kembali Pimpin Periode 2026--2030
- Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Bolaang Mongondow
- Kesempatan Emas, Raih Voucher Listrik dengan Beli Token Listrik di PLN Mobile
- PT Vale Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Solidkan Gerakan Kolektif untuk Iklim dan Masa Depan Morowali
Ia menilai, di berbagai sektor masih terdapat tantangan yang dihadapi perempuan. Mulai dari kesenjangan kesempatan, akses pendidikan, hingga beban ganda yang sering kali harus dipikul antara peran profesional dan keluarga.
Karena itu, ia berharap momentum Hari Perempuan dapat menjadi pengingat sekaligus dorongan bagi semua pihak untuk menghadirkan perubahan yang lebih konkret.
Termasuk memastikan adanya perlindungan dari kekerasan dan pelecehan, serta kesempatan yang sama bagi perempuan untuk berkembang dan memimpin.
Bagi perempuan yang mengabdi di institusi kepolisian, harapan tersebut terasa semakin relevan.
Rosdianah menilai perempuan polisi perlu memperoleh akses pelatihan, kesempatan penugasan, serta ruang pengembangan karier yang setara.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
