Begini Pandangan Umum Fraksi PAN Saat Rapat Paripurna DPRD Jeneponto

Pandangan Umum Fraksi PAN Saat Rapat Paripurna DPRD Jeneponto

Terkini.id,Jeneponto – Pandangan Umum Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) pada Rapat Paripurna DPRD kabupaten Jeneponto penyampaian Rancangan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Ranperda APBD) Kabupaten Jeneponto mengusulkan dan menyarankan beberapa hal terhadap Pemerintah Kabupaten Jeneponto.

“Melalui kesempatan dalam Rapat Paripurna ini, maka tentunya banyak hal yang harus dibenahi dan diselesaikan di Butta Turatea ini. Dimana fraksi PAN mengusulkan dan menyarankan beberapa hal yang kami dapatkan dari hasil kunjungan kami,” kata Awaluddin Sinring yang membacakan pandangan umum Fraksi PAN.

Berdasarkan hasil sidak Fraksi PAN di RSUD Lanto Daeng Pasewang, pada tanggal 20 November 2019 lalu, mereka menemukan beberapa persoalan yang perlu penanganan sesegera mungkin, terkait sarana prasarana yang terbengkalai dan adanya keluhan para dokter dan petugas Rumah Sakit terhadap pasien akan kenyamanannya, tidak terjaminnya para pasien dan penjaganya dalam hal keamanan.

“Di ruang IGD, lift yang tidak lagi difungsikan, akibatnya para pasien yang akan dirawat/ditangani di lantai 2 harus lewat jalur tangga. Sehingga ini dikeluhkan para dokter dan perawat yang harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mendorong tempat tidur pasien sampai ke lantai 2. Hal ini juga dapat membahayakan jiwa pasien.

Fraksi PAN juga menemukan ruangan ICU yang sudah 2 tahun tidak difungsikan, karena atap/plat beton keropos sehingga air hujan masuk kebadan ruangan, bahkan hampir semua atap dialantai 2 mengalami kebocoran mulai dari ruang operasi sampai ruangan perawatan sebagaian palponnya runtuh.

“Di beberapa ruang perawaatan tidak dilengkapi AC atau kipas angin akibatnya pasien merasa tidak nyaaman karena sangat panas selama perawatan,” ungkapnya

Selain itu, fraksi PAN juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Jeneponto untuk memperhatikan perawat dan Bidan yang statusnya masih honorer.

“Keluhan para honorer perawat dan Bidan yang sampai sekarang tidak diangkat menjadi PNS/PTT padahal lama pengabdiannya ada yang sudah sampai 10-15 tahun, begitupun yang dialami guru honorer. Untuk itu, Kami fraksi PAN meminta kepada Bupati untuk lebih memperhatikan tenaga honorer itu,” tegasnya.

Dari sidak yang dilakukan fraksi PAN, mereka juga menemukan belum difungsikannya alat pengolahan limbah medis sehingga harus dipihakketigakan, padahal alatnya cukup tersedia.

“Di balik persoalan yang ada, hal yang sangat kami apresiasi terhadap managemen baru Rumah Sakit Lanto Daeng Pasewang adalah bahwa pelayanan dokter, perawat dan persediaan obat terhadap pasien cukup baik saat ini cukup baik,” tuturnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini