Sindiran Pedas Satyo: Selain Meroketnya Utang, Pemerintahan Jokowi Juga Sukses dan Berhasil Menggolkan UU Cilaka

Terkini.id, Jakarta – Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia’s Democratic Policy, Satyo Purwanto melontarkan sindiran pedas kepada Pemerintahan Joko Widodo alias Jokowi.

Satyo mengatakan bahwa selain prestasi berupa meroketnya utang, Pemerintahan Jokowi juga sukses dan berhasil meloloskan “UU Cilaka” atau UU Cipta Lapangan Kerja.

Sebelum menyampaikan itu, ia membandingkan kinerja Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Presiden Jokowi yang sempat ramai diperbincangkan.

Baca Juga: Muslim Arbi: Jokowi Harus Minta Maaf dan Mundur karena Ternyata...

Satyo Purwanto mengatakan bahwa perbandingan kinerja SBY dan Jokowi dapat dilihat dari rasio utang Pemerintah di masa keduanya.

Di era Pemerintahan SBY, Pemerintah mampu menurunkan rasio hutang terhadap produk domestik bruto dari 56,6 persen menjadi 25,6 persen.

Baca Juga: Sebut Pemerintah Malpraktik Kebijakan Soal UU Cipta Kerja, Pengamat: Tidak...

Pencapaian SBY itu, kata Satyo membuat Indonesia dapat melunasi utang IMF lebih cepat dari jadwalnya.

“Maka atas pencapaian tersebut, sejak tahun 2008 Indonesia menjadi anggota G-20 atau grup negara-negara dengan ekonomi terbesar dunia dan dianggap negara maju,” ujarnya pada Senin, 25 Oktober 2021, dilansir dari RMOL.

Sementara, menurut Satyo Purwanto, prestasi Jokowi dari tujuh tahun kepemimpinannya justru semakin menumpuk hutang.

Baca Juga: Sebut Pemerintah Malpraktik Kebijakan Soal UU Cipta Kerja, Pengamat: Tidak...

Ia menyebut, berdasarkan sumber data yang diambil dari situs APBN per September 2021 yang dirilis Kementerian Keuangan, utang pemerintah per Agustus 2021 naik terus hingga sebesar Rp 6.570,17 triliun.

Selain kenaikan utang, kata Satyo, Menteri Keuangan andalan Jokowi, yakni Sri Mulyani Indrawati juga berhasil mencatatkan kenaikan rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Ia menyebutkan bahwa data di bulan Agustus 2021 saja, rasio utang Pemerintah sudah naik menjadi 40,85 persen.

“Selain meroketnya utang, prestasi pemerintahan Jokowi juga sukses dan berhasil menggolkan UU Cilaka/Cipta lapangan kerja yang diduga UU tersebut justru akan semakin memudahkan Oligarki menguasai urusan hajat hidup orang banyak, semisal soal aturan dan upah kerja dan penguasaan SDA oleh konglomerasi oligarki peng-peng,” pungkas Satyo Purwanto.

Bagikan