Terkini.id, Jakarta – Mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai menanggapi soal terpilihnya Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri yang telah ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo.
Lewat cuitannya di Twitter, Minggu 17 Januari 2021, Natalius Pigai meminta pihak-pihak tertentu agar tidak melakukan penolakan terhadap calon Kapolri Komjen Listyo Sigit hanya karena isu Suku, Agama dan Ras (SARA).
Ia pun mengungkapkan pengalamannya di tahun 2016 silam dimana saat itu Komnas HAM menyoroti soal kasus penolakan Kapolda Banten yang dipenuhi unsur SARA.
“Sejak 2016 Saya sdh tegaskan Calon Kapolri Listyo sebagai wujud keutuhan kebinekaan berbasis Pancasila & UUD 1945 Dengan memperhatikan HAM maka tidak boleh menolak Calon Kapolri hanya karena SARA (minoritas),” cuit Natalius Pigai.
Natalius juga mengungkapkan, tidak ada jaminan keadilan jika pun Kapolri nantinya berasal dari kalangan mayoritas.
- Indosat Buka Rumah Haji & Umrah, Jamaah Lebih Tenang Jelang Keberangkatan ke Tanah Suci
- Hari Hemofilia Sedunia 2026, RSUP Wahidin Tekankan Deteksi Dini dan Akses Perawatan
- "Geology of The Sulawesi Region" Diluncurkan, Ungkap Keunikan Geologi Pulau Sulawesi yang Mendunia
- Nahkodai KLH/BPLH, Menteri Jumhur: Environmental Ethics Jadi Penyelamat Bumi
- Polbangtan Kementan Terapkan Tanam Modern, 75 Hektare Digarap dengan Drone
“Tidak ada Jaminan Kapolri dari Mayoritas berlaku ADIL!,” tegasnya.
Sebelumnya, Pakar intelijen Ridlwan Habib berpendapat bahwa masih ada kelompok yang akan menentang Komjen Listyo Sigit sebagai calon Kapolri.
Mengutip Jpnn.com, Ridlwan menyebut ada tiga kelompok yang menolak Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis.
Kelompok pertama, menurut Ridlwan, yakni mereka yang cemas dengan rekam jejak bersih Komjen Pol. Listyo Sigit.
“Ada yang khawatir kalau Pak Sigit jadi Kapolri karena selama ini track record-nya lurus dan tanpa kompromi,” ungkapnya.
Menurut Direktur The Indonesia Intelligence Institute ini, kelompok pertama tersebut cemas jika Kapolri baru akan melakukan penegakan hukum secara tegas dan tidak pandang bulu.
“Kelompok pertama ini diduga menggerakkan demonstran bayaran untuk memengaruhi opini masyarakat,” tuturnya.
Kelompok kedua yang akan menolak Komjen Listyo Sigit adalah kelompok intoleran yang memainkan narasi SARA.
“Padahal, walaupun agama Pak Sigit Kristen, beliau sangat dekat dengan tokoh-tokoh Islam maupun agama lainnya,” ucap Ridlwan.
Kelompok intoleran yang bermain SARA ini, menurut Ridlwan, berupaya memengaruhi opini di media sosial. Mereka diyakini akan memakai akun anonim di media sosial, seperti Twitter dan Facebook.
“Akan tetapi, tetap bisa dilacak oleh CCIC Mabes Polri,” tandasnya.
Sementara kelompok ketiga yang anti terhadap pencalonan Komjen Listyo Sigit, kata Ridlwan, adalah kelompok terorisme yang selama ini berfatwa bahwa polisi halal dibunuh.
“Kelompok ketiga ini terdiri atas JI, JAD, dan faksi-faksi pro-ISIS, seperti MIT. Mereka menghalalkan darah polisi karena dianggap thaghut,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
