Belasan Mobil Warga Kampung Miliader Tuban Rusak Kecelakaan Akibat Pemilik Tak Bisa Menyetir

Belasan Mobil Warga Kampung Miliader Tuban Rusak Kecelakaan Akibat Pemilik Tak Bisa Menyetir

Sukma A
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Warga kampung miliarder di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban baru-baru ini dikabarkan memborong ratusan mobil usai seyelah menerima uang hasil penjualan tanah.

Diketahui bahwa lahan yang dimiliki warga Desa Sumurgeneng ini akan digunakan untuk proyek kilang minyak PT Pertamina yang bekerja sama dengan perusahaan asal Rusia.

Namun, belasan mobil yang dibeli oleh warga Desa Sumurgeneng ini dikabarkan mengalami kecelakaan hingga terjadi kerusakan.

Hal ini telah dibenarkan oleh Branch Manager Auto 2000 Tuban, Arie Soerjono. Ia mengatakan sampai sekarang ada sekitar belasan mobil yang rusak ringan.

“Hingga saat ini sudah masuk 15 unit dan ini kecelakaan ringan yang disebabkan oleh penggunaan kendaraan mungkin ya masih belajar,” kata Arie, dikutip dari Kompas, Rabu 24 Februari 2020.

Baca Juga

Arie juga mengungkapkan bahwa hal ini dikarenakan banyaknya pemilik mobil yang belum bisa menyetir.

Ia juga menjelaskan bahwa mayoritas kerusakan mobil yang dibawa untuk dilakukan perbaikan rata-rata pada body bagian depan dan samping mobil

Untuk pengemudi yang pandai menyetir ketika akan mencoba parkir ke dalam rumah terjadi benturan pada pilar garansi rumahnya.

“Ketika mereka mundur karena panik, salah menginjak rem, jadi menginjak gas, sehingga ada benturan dengan pilar garasinya. Jadi kecelakaannya ada di area rumah sekitar, bukan ada di jalan raya. Mayoritas kerusakan 70 persen bagian depan dan samping,” jelas Arie secara tegas.

Selain dari banyaknya warga yang belum bisa menyetir, kondisi jalan juga mempengaruhi kecelakaan kecil ini terjadi. 

Kabar baiknya, sampai saat ini kecelakaan ini belum memakan korban.

“Kalau kita lihat dan perhatikan kondisi jalan disana, itu relatif sempit sekali dan akses-akses masuk ke rumah (sempit),” ujar Arie.

Ia juga mengatakan bahwa ini menimbulkan potensi besar untuk terjadi kecelakaan kecil.

“Sehingga kalau tidak terlalu mahir memang ada potensi yang cukup besar untuk terjadi baret ataupun serempetan,” tambah Arie Soerjono.

Diketahui bahwa ada sejumlah 176 mobil baru yang dibeli warga sejak mereka menerima uang hasil penjualan lahan. 

Terlebih, satu warga ada yang membeli 2 sampai 3 mobil mewah yang seharga ratusan juta per unit.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.