Terkini.id, Jakarta – Seperti diketahui, belakangan nama Edy Mulyadi sedang viral-viralnya di media sosial terkait pernyataannya beberapa waktu lalu.
Ya, hal itu terjadi setelah video Edy yang menyebut Kalimantan sebagai ‘tempat jin buang anak’ tersebar luas di media sosial.
Banyak pihak yang kemudian mendesak agar Edy Mulyadi sekiranya lekas meminta maaf dan bahkan mengikuti sidang adat di Kalimantan.
Terkait hal tersebut, Juru Bicara Aliansi Borneo Bersatu, yakni Rahmat Nasution Hamka, berani menjamin keamanan Edy Mulyadi jikalau ia benar-benar berkenan datang.
Adapun pernyataan itu ia lontarkan karena Ketua Tim Kuasa Hukum Edy Mulyadi, Herman Kadir, menyatakan bahwa Edy Mulyadi siap dan berani datang ke Kalimantan untuk meminta maaf asalkan ada jaminan keamanan.
- Kasus Edy Mulyadi Kalimantan Tempat Jin Buang Anak Memicu Keresahan Masyarakat
- Edy Mulyadi Terseret Kasus Ujaran Kebencian, Polisi: Penyelidikan Proses Tahap II!
- Haikal Hassan, Alfian Tanjung dan Edy Mulyadi: Kami Akan Lakukan Sesuatu ke Negara
- Buntut Pakai Atribut Sunda, Ridwan Kamil Geram ke Edy Mulyadi: Jangan Pakai Simbol Mulia untuk Rendahkan Peradaban!
- Ahli Hukum Tata Negara Benarkan Arteria Tidak Bisa Dipidana: Kiamat Kalau Anggota DPR Dihukum
Kendati demikian, Rahmat menekankan bahwa tang paling penting adalah Edy harus menunjukkan dahulu itikad baik yang tulus untuk datang ke Kalimantan Timur.
Dengan begiti, maka masyarakat suku bangsa Dayak bisa melihat secara nyata pengakuan kesalahannya.
“Sehingga saya juga bisa meyakinkan suku bangsa Dayak bahwa ini bisa dilaksanakan,” katanya saat dihubungi pada Sabtu kemarin, 29 Januari 2022, dikutip terkini.id dari Tempo.
Selain itu, ia menekankan bahwdalam setiap persidangan, termasuk sidang adat, pembuat kesalahan pasti harus hadir di tempat sidang.
Dengan demikian, penyelenggara sidang juga pasti akan memastikan prosesnya berjalan lancar dan aman.
“Berarti yang menyelenggarakan peradilan adat pasti akan menjaga kelancaran. Proses semua itu berjalan secara lancar, aman, dan terkendali.
Rahmat mengaku juga siap menjadi penyambung lidah kepada para tetua suku adat maupun masyarakat suku bangsa Dayak secara umum jika Edy betul-betul akan datang ke Kalimantan nantinya.
“Nanti saya akan meyakinkan teman-teman, saudara-saudara sesuku sebangsa Dayak bahwa ini ada keinginan yang tulus dan nanti kita akan rumuskan.”
Menurutnya, komunikasi ini penting dibangun terlebih dahulu karena suku bangsa adat itu sangar besar.
Ia mengungkapkan bahwa setidaknya terdapat 400 lebih sub suku bangsa Dayak di seluruh wilayah Kalimantan.
“Sehingga nanti saya juga akan berkoordinasi kepada tetua-tetua adat yang secara kultural, damang, mantir, temanggung.”
Selain itu, ia pun memastikan bahwa jajaran struktural Dayak, seperti Majelis Adat Dayak Nasional, Dewan Adat Dayak, dan lembaga-lembaga adat dayak lainnya akan menjaga keamanan sidang adatnya jika Edy memang tulus ingin meminta maaf atas ucapan jin buang anak di wilayah ibu kota negara (IKN) baru.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
