Terkini.id, Jakarta – Sebuah kabar yang menyebut dua prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) diserang puluhan orang di Provinsi Papua, beredar di media sosial.
Kabar dua prajurit TNI AD diserang tersebut dibagikan pengguna Twitter Namaku_Mei, seperti dilihat pada Selasa 18 Mei 2021.
Dalam narasi cuitannya, netizen tersebut mengungkapkan peristiwa dua anggota TNI diserang 20 orang asli papua (OAP).
Bahkan, netizen itu menyebut senjata dua prajurit tersebut ikut dirampas oleh kedua puluh orang pelaku itu.
“2 orang anggota TNI AD di serang 20 orang OAP Senjata nya di rampas,” cuit netizen Namaku_Mei.
- Buka Posko Pengaduan Netralitas TNI se-Indonesia, Panglima Yudo Minta Warga Tak Takut Lapor
- Setelah Viral, Prajurit TNI Praka ANG Minta Maaf ke Pemotor Ibu-Anak
- Istri Prajurit Melapor ke Panglima TNI: Suami Saya KDRT, Selingkuh dan Telantarkan Keluarga
- KKB Serang Patroli Keamanan, Seorang Prajurit TNI Terluka Tembak
- Patut Diacungi Jempol, Prajurit TNI Gendong Lansia Menyeberang Jalan
Selain itu, netizen tersebut juga mengungkapkan bahwa salah satu di antara dua prajurit TNI yang bertugas di Kabupaten Yakuhimo, Papua itu meninggal dunia.
“Di yakuhimo meninggal dunia,” ungkap netizen Namaku_Mei.
Pada unggahannya itu, sang netizen juga membagikan dua foto hitam putih yang memperlihatkan seorang prajurit TNI terkapar di jalanan.
Sementara pada foto lainnya, tampak dua orang diduga prajurit TNI terbaring di sebuah rumah. Sekujur tubuh salah satu orang tersebut terlihat ditutupi kain. Sedangkan seorang lainnya tampak tengah diinfus.
Netizen pengunggah kabar tersebut juga mempertanyakan tindakan dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan para pembela HAM terkait peristiwa diserangnya dua prajurit TNI di Papua itu.
“KEMANA SJW HAM KOMNASHAM DAN PARA PEMBELA HAM,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
