Beredar Kabar Jutaan Pekerja Terancam Batal Terima Subsidi Gaji Rp 600 Ribu, Ini Faktanya

subsidi pekerja
Subsidi gaji Rp 600 ribu untuk pekerja. (Foto: Ilustrasi/Pikiran Rakyat)

Terkini.id, Jakarta – Beredar sebuah kabar di media sosial Facebook yang mengklaim sebanyak hampir 15 juta pekerja di Indonesia terancam batal terima subsidi gaji Rp 600 ribu dari pemerintah.

Kabar itu diunggah baru-baru ini oleh seorang pengguna Facebook dengan nama akun Raja Resep.

Dalam postingannya, akun tersebut melampirkan tautan artikel dari situs bacaberita.online berjudul “Terancam Batal , Hampir 15 Juta Pekerja Terancam Batal Terima Subsidi Gaji Rp 600 Ribu” yang dimuat pada 18 September 2020.

Melansir situs Turnbackhoax.id, Selasa, 22 September 2020, postingan yang mengklaim bahwa hampir 15 juta pekerja terancam batal terima subsidi gaji Rp 600 ribu adalah informasi yang keliru alias hoaks.

Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, tautan artikel yang dilampirkan akun Raja Resep tersebut sama sekali tidak memuat informasi bahwa hampir 15 juta pekerja terancam batal menerima bantuan subsidi gaji Rp 600 ribu.

Menarik untuk Anda:

Dalam artikel itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan jumlah penerima subsidi gaji yang dicoret karena tidak sesuai dengan kriteria penerima subsidi upah Rp 600 ribu yang telah ditetapkan sejauh ini hanya sebanyak 1,7 juta orang.

Tempo pun menelusuri pemberitaan di situs-situs media kredibel dengan memasukkan kata kunci “pekerja batal terima subsidi gaji” di mesin pencarian Google.

Hasilnya, ditemukan sejumlah berita yang memuat pernyataan dari Direktur Utama BPJS Ketenagarkerjaan Agus Susanto terkait hal tersebut.

Postingan akun FB klaim hampir 15 juta pekerja terancam batal terima subsidi gaji Rp 600 ribu. (Foto: Turnbackhoax.id)

Mengutip Kompas.com, Direktur Utama BPJS Ketenagarkerjaan Agus Susanto mengatakan, dari 14,7 juta data calon penerima subsidi gaji bantuan subsidi upah (BSU) Rp 600 ribu yang sudah diterima, sejauh ini terdapat 1,2 juta data yang harus dikembalikan untuk diperbaiki perusahaan.

Hasil itu, kata Agus, didapat setelah BPJS Ketenagakerjaan melakukan validasi tiga lapis terhadap data-data yang masuk sebelum diserahkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

Menurutnya, nantinya Kemenaker akan memeriksa kembali kelengkapannya sebelum dicairkan kepada calon penerima subsidi gaji dengan total Rp 2,4 juta itu.

“Ada 1,7 juta yang tidak bisa diteruskan karena tidak sesuai kriteria, kemudian ada 1,2 juta yang masih kita proses ulang, kita kembalikan ke perusahaan untuk diperbaiki dan kami sedang menunggu proses perbaikan ini,” ujar Agus pada 18 September 2020.

Adapun sebanyak 1,7 juta data yang tidak bisa diteruskan itu dianggap tidak valid karena tidak sesuai dengan kriteria penerima subsidi upah Rp 600 ribu yang telah ditetapkan.

Syarat penerima BSU adalah warga negara Indonesia, terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan per Juni 2020, memiliki upah di bawah Rp 5 juta, dan memiliki rekening aktif per Juni 2020.

Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah juga telah mengonfirmasi terkait hal tersebut.

Ida mengatakan, saat ini pihaknya telah menerima data baru untuk program bantuan subsidi upah (BSU) dari BPJS Ketenagakerjaan.

“Kemarin kita menerima data baru dari BPJS Ketenagakerjaan untuk 2,8 juta calon penerima. Mudah-mudahan kita akan proses batch 4 ini sesuai juklaknya,” kata Ida pada 17 September 2020.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyebut sebanyak hampir 15 juta pekerja di Indonesia terancam batal terima subsidi gaji Rp 600 ribu dari pemerintah adalah klaim yang keliru alias hoaks.

Klaim tersebut masuk dalam kategori Missleading Content atau konten yang menyesatkan.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Beredar Isu, Jalan Jokowi di UEA Ditukar dengan Lahan di Kaltim

Ini Dia Ulin Yusron, Influencer Jokowi yang Jadi Komisaris BUMN

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar