Beredar Kabar Kota Makassar Akan Lockdown Local, Ini Faktanya

Terkini.id, Makassar – Pemerintah di daerah mulai memutuskan untuk memberlakukan lockdown local atau penutupan sejumlah akses masuk dan keluar di daerahnya.

Salah satu daerah yang telah melakukan hal itu yakni Pemerintah Kota Tegal, Jawa Tengah. Lockdown local diberlakukan Tegal demi mencegah penyebaran wabah virus corona atau Covid-19.

Langkah berani yang bertentangan dengan kebijakan nasional itu dilakukan setelah pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di ruang isolasi RSUD Kardinah Tegal dinyatakan positif Covid-19.

Terkait hal tersebut, baru-baru ini juga beredar kabar di tengah-tengah warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Mungkin Anda menyukai ini:

Dalam kabar tersebut, disebutkan bahwa Pemkot Makassar juga akan melakukan lockdown local.

Baca Juga: Lawan Corona, PMI Semprot Disinfektan Ribuan Lokasi di Makassar

Kabar tersebut beredar melalui sebuah poster pengumuman yang menyebutkan bahwa mulai 31 Maret 2020, pukul 02.30 Wita, Pemkot Makassar akan menutup akses masuk dan keluar di wilayah Makassar.

Belakangan diketahui bahwa informasi tersebut tidak benar alias hoaks.

Hal itu disampaikan Humas Pemkot Makassar, lewat pesan WhatsApp kepada awak media, Jumat, 27 Maret 2020.

Baca Juga: Polisi Bakal Tindaki Warkop yang Masih Buka di Tengah Wabah...

“Tabe, sahabat – sahabat semua, Humas Pemkot Makassar menyampaikan jika informasi mengenai Makassar lockdown lokal mulai 31 Maret 2020, pkl 02.30 waktu setempat adalah hoax,” demikian pesan yang disampaikan Humas Pemkot Makassar.

Pemkot juga mengimbau kepada warga Makassar agar tak menyebarkan informasi tidak benar yang dapat menimbulkan kepanikan di masyarakat.

“Jangan percaya dan jangan sebarkan untuk menghindari kepanikan di tengah warga. atas kerja samanya kami sampaikan terima kasih,” ujarnya.

Diketahui, hingga Kamis 26 Maret 2020 kemarin, jumlah kasus positif Covid-19 yakni sebanyak 27 orang.

Dari angkat tersebut, 22 kasus di antaranya berasal dari Kota Makassar, Gowa 3 kasus, Sidrap 1, dan Pinrang 1 kasus.

Bagikan