Beredar Video, Ceramah UAS: Mereka yang Ejek Bom Bunuh Diri Mati Konyol Antek Zionis

Terkini.id, Jakarta – Sebuah video yang memperlihatkan pendakwah Ustaz Abdul Somad (UAS) tengah ceramah di hadapan jemaah dan membahas soal bom bunuh diri, beredar di media sosial.

Video ceramah UAS tersebut viral usai diunggah pengguna Twitter Lady_Zeebo dan ikut dibagikan Mantan Politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean, seperti dilihat pada Rabu 7 April 2021.

Dalam narasi unggahannya, Lady_Zeebo mengungkapkan perkataan nabi terkait jihad. Ia pun menyampaikan cara Nabi Musa berjihad.

Baca Juga: Ucapkan Muslim Salat Jumat, Ferdinand: Itulah Jalan Menuju Surga, Bukan...

“Kata Nabi: ‘Bentuk Jihad yang paling utama adalah mengatakan kebenaran kepada penguasa zalim’ Caranya? Lihat Nabi Musa ketika diperintah Allah menyampaikan kebenaran ke Fir’aun ‘dengan kata-kata yang lemah lembut,” cuit Lady_Zeebo.

Netizen itu pun menyampaikan bahwa jihad bukan dilakukan dengan cara bom bunuh diri seperti yang disampaikan UAS dalam video ceramahnya tersebut.

Baca Juga: Kedubes AS Keluarkan Peringatan Ancaman Teroris Pasca Aksi Bom Bunuh...

“Bukan dengan BOM seperti yang dikatakan ngustad ini,” ungkapnya.

Dilihat dari video tersebut, tampak Ustaz Abdul Somad tengah menyampaikan isi ceramahnya terkait mati syahid dengan bom bunuh diri.

Menurutnya, di zaman nabi mati syahid dilakukan dengan memakai pedang. Sementara saat ini, kata UAS, mati syahid memakai cara bom bunuh diri.

Baca Juga: Beredar Kabar Bom Bunuh Diri Meledak di Medan, Ini Faktanya

“Zaman sahabat nabi pakai pedang, zaman sekarang tak pakai pedang. Letukkan, ledakkan, mati syahid,” ujar UAS dalam video tersebut.

Ia pun mengatakan bahwa orang-orang yang mengejek bom bunuh diri dengan sebutan mati konyol adalah antek-antek zionis.

“Adapun orang yang mengejek ini mati konyol, inilah antek-antek zionis Amerika. Orang mati syahid dia katakan mati konyol,” tutur Ustaz Abdul Somad.

Dalam tayangan video itu, UAS juga menyinggung wartawan yang kerap menyebut bom bunuh diri dengan istilah kafir. Padahal menurutnya, aksi itu merupakan gerakan mati syahid.

“Nih banyak wartawan-wartawan yang tidak Islami memakai istilah-istilah kafir tanpa dia sadari. Gerakan bunuh diri, padahal gerakan mati syahid,” ujarnya.

Sponsored by adnow
Bagikan