Bertemu di Jakarta, Abraham Samad dan Kak Syam Kompak Saling Dukung

Kak Syam bertemu dengan Mantan Ketua KPK, Abraham Samad

Terkini.id, Jakarta – Mantan Ketua KPK, Abraham Samad dan Pendiri KOPEL Indonesia, Syamsuddin Alimsyah, keduanya dikenal sebagai aktivis anti korupsi, dan bersahabat sejak dulu.

Diketahui ada kesamaan konsen membuat keduanya kompak saling mendukung satu sama lain.

Bertemu dan berdiskusi secara rutin adalah hal yang mereka lakukan. Seperti Kamis, 19 Desember 2019 di Jakarta, Abraham dan Kak Syam kembali bertemu dalam suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan.

Dalam pertemuan tersebut Abraham Samad dan Kak Syam nampak santai, makan bersama sambil diskusi kekinian.

Tidak ada pembahasan yang terlalu serius. Topiknya hanya berkaitan semangat pemberantasan korupsi. Utamanya mengenai pasca revisi UU pemberantasan tindak pidana korupsi yang melemahkan KPK.

Baik Abraham Samad maupun Kak Syam, kedua sahabat tersebut sepakat semangat anti korupsi harus tetap bergelora sampai Merauke, tidak boleh padam.

Diketahui pula jika selama ini keduanya memang konsen dalam agenda pemberantasan korupsi, Abraham Samad selaku mantan Ketua KPK dan Kak Syam yang merupakan pendiri KOPEL Indonesia sekaligus tokoh nasional anti korupsi memiliki visi yang sama dalam melawan korupsi.

Saat ditanya soal niat majunya Kak Syam di Pilkada Bulukumba 2020 mendatang, Abraham Samad mengaku yakin dengan majunya Kak Syam dalam Pilkada Bulukumba maka terdapat peluang besar mewujudkan pemerintahan bersih di Bulukumba oleh sebab itu Abraham Samad akan turun gunung memback up Kak Syam menuju kursi Bupati Bulukumba.

Dalam biodata Abraham Samad tertulis sebagai penasihat hukum KOPEL.

“Saya mengajak semua pihak termasuk kaum milenial, aktivis lslam dan penggiat anti korupsi untuk bergandengan tangan mendukung Kak Syam sebagai sosok kandidat yang mengusung antikorupsi,” ajak Abraham.

Menurutnya, semangat anti korupsi harus terus bergelora untuk kesejahteraan masyarakat.

“Korupsilah yang membuat masyarakat menderita, susah sekolah, mahal pupuk dan mahal biaya kesehatan termasuk sektor pelayanan publik lainnya seperti antrian KTP menjadi lama dan lain-lain,” pungkasnya.

Komentar

Rekomendasi

KSPI: DPR Jangan Coba-Coba Bahas Omnibus Law di Tengah Pandemi Corona

Biadab, Petugas Israel Hancurkan Klinik Kesehatan untuk Pasien Corona di Palestina

Soal Penginapan bagi Nakes Covid-19, Anggota Komisi IX DPR RI AMI Gelar Rakor

Viral, Dua Warga Dilabrak Pengunjung Mal Gara-gara Belanja Pakai Baju Hazmat

Nekat Gelar Hajatan di Tengah Wabah Corona, Bapak Ini Dilabrak Polisi

Pasien Positif Covid-19 di Sulsel Bertambah Jadi 47 Orang

Protes Larangan Salat Jumat di Tengah Wabah Corona, Pria Ini Diamankan Polisi

Jenazah PDP COVID-19 Ditolak Warga di Maros, Akhirnya Dimakamkan di Sudiang

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar