Bikin Kaget, Driver Ojol Ini dapat Orderan Makanan Senilai Puluhan Juta Rupiah

Ojol
Ilustrasi Ojek Online (Ojol). (Foto: istimewa)

Terkini.id – Ojek online atau yang lebih sering disingkat Ojol memang memberi manfaat tersendiri bagi kehidupan sehari-hari. Selain dapat mengantarkan ke suatu tujuan, fasilitas lainnya yang paling sering digunakan adalah untuk memesan makanan.

Jika biasanya seorang driver ojol menerima pesanana makanan dari pelanggan senilai puluhan hingga ratusan ribu rupiah, namun beda halnya dengan driver ojol yang satu ini. Ia dibuat kaget lantaran menerima orderan dari customer senilai puluhan juta rupiah.

Dalam foto screenshoot yang dibagikan oleh akun Instagram @dramaojol.id, pada Rabu 24 Juli 2019, dan kini tengah viral di media sosial, terlihat nota orderan sang pelanggan senilai Rp 55 juta.

N**r big order..” tulis @dramaojol.id dalam unggahannya.

Pesanan makanan customer ini diduga berasal dari sebuah restoran cepat saji, dengan total harga yang cukup fantastis. Dalam foto tersebut juga terlihat beberapa menu makanan dipesan dengan jumlah yang cukup banyak.

Ojol
Orderan makanan hingga Rp 55 juta. (Foto: instagram/dramaojol.id)

Paket makanan yang dipesan sang pelanggan

Salah satu paket ayam, kentang goreng, dan minuman yang dipesan pelanggan tersebut bahkan mencapai jumlah 99 pesanan yang menghabiskan total Rp 4.185.027.

Pelanggan yang tak diketahui identitasnya ini juga memesan satu paket menu makanan lainnya untuk 5 orang. Tak hanya satu paket, ia memesan bahkan sampai 123 paket dengan total harga Rp 17.331.807.

Total biaya yang dikeluarkan customer ini untuk seluruh makanan yang ia pesan mencapai total Rp 50.149.685, ditambah dengan pajak Rp 5.014.969 menjadi Rp 55.164.654.

Siapa saja pastinya bisa dibuat terkejut dengan total orderan makanan fantastis dari si pelanggan hingga mencapai Rp 55 juta tersebut.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
News

Ini Kampung Statistik Pertama di Indonesia

Terkini.id, Makassar - Dalam rangka pelaksanaan Hari Statistik Nasional (HSN), Universitas Hasanuddin melalui Departemen Statistika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) bersama Badan