Bisa Gelar Musdalub, Nurdin Halid Dorong IAS Jadi Ketua Golkar Sulsel

Terkini.id – Wakil Ketua DPP Partai Golkar, Nurdin Halid menyebut Golkar Sulsel yang dipimpin oleh Taufan Pawe bisa saja menggelar Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub).

Hal itu didasari karena ⅔ peserta Musda saat Taufan Pawe terpilih sebagai Ketua Golkar Sulsel mengajukan keberatan terhadap keputusan Musda 2020 lalu.

“Sangat terbuka untuk musdalub, karena Golkar sulsel ini secara kepengurusan sah, tapi secara hukum itu masih berkasus, karena ⅔ peserta musda sudah mengajukan keberatan jika musda tidak sah. Yang jadi pertanyaannya kenapa DPP mengeluarkan SK?,” ungkap Nurdin, di Makassar, Kamis 23 Juni 2022.

Baca Juga: Daftar Caleg Golkar Sulsel Rampung, Nasran Mone: Wajib Sosialisasikan Airlangga...

Sehingga Nurdin, meminta agar Mahkama Partai Golkar harus segera menyidangkan gugatan tersebut. karena sudah menjadi tugasnya untuk menindaki gugatan pengurus. 

“Kesalahan mahkamah partai kenapa tidak disidangkan sampai sekarang. Makanya golkar Sulsel tidak bisa solid jika tidak ada keputusan hukum,” lanjut Nurdin. 

Baca Juga: Golkar Sulsel Rampungkan Daftar Caleg, Target Tambah Kursi

Nurdin Halid mengungkapkan, saat ini Golkar Sulsel dibawah pimpinan Taufan Pawe sebagai pimpinan Golkar Sulsel terjadi perpecahan, dan jika dibiarkan Golkar bisa mengalami kehancuran.

“Suka atau tidak suka, saat ini, Golkar sulsel sedang mengalami perpecahan, kalau terus seperti ini, dan jika terus dibiarkan pada Pemilu 2024 Golkar hancur di Sulsel,” ujar mantan Ketua Umum PSSI itu.

Sehingga bagi Nurdin, saat ini Golkar Sulsel membutuhkan pemimpin yang militan, mengerti organisasi, dan taat terhadap keputusan partai. Melihat persaingan di 2024, maka Golkar membutuhkan pemimpin yang berpengalaman di Partai. 

Baca Juga: Golkar Sulsel Rampungkan Daftar Caleg, Target Tambah Kursi

Salah satu figur yang didorong Nurdin Halid untuk menggantikan Taufan Pawe adalah Mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin (IAS)

Bagi Nurdin, Ilham adalah kader murni Golkar, dia pernah jadi Ketua DPD II Golkar Kota Makassar dan Ketua DPD I Golkar Sulsel. 

“Soal dia (Ilham) pernah kontrak rumah (pindah partai) itu soal lain, itu kebutuhan bukan idealisme,” jelasnya.

Sebagai kader Golkar yang sudah bergabung sejak masih mahasiswa, Nurdin menyebutkan dirinya tidak akan biarkan golkar hancur di depan mukanya. 

“Harus ada konsolidasi organisasi. Ini masalah internal harus diselesaikan. Kalau ini tidak, maka itu akan berujung pada perpecahan yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Bagikan