Terkini.id, Jakarta – Suntikan dana besar terhadap usaha kuliner Kaesang Pangarep dan Gibran Rakabuming membuat banyak pihak bertanya-tanya, apa dasar investor memberikan pembiayaan yang begitu besar.
Terlebih, bisnis kedua putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu membangun relasi dengan perusahaan pembakar hutan. Melalui perusahaan tersebut lewat afiliasinya menyetorkan dana ratusan miliar ke perusahaan Kaesang-Gibran.
Kucuran dana itu dilakukan bertahap pada Februari 2019 dan November 2020.
“Nilai investasi dengan jumlah yang sangat amat tidak wajar dikucurkan untuk usaha-usaha kuiner rintisan milik anak-anak Presiden.”
“Bila ditotalkan nilai investasinya mencapai hampir Rp 100-an miliar,” ucap Wakil Kamal, Kuasa Hukum Ubedilah Badrun sebagaimana dilansir dari Tempo.co Rabu 12 Januari 2022.
November lalu, petinggi perusahaan itu juga diangkat menjadi duta besar.
“Dugaan itu menkonfirmasi dugaan KKN,” tutur Kamal.
Menurut ekonom dari Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira,nilai suntikan duit untuk usaha anak presiden adalah tidak wajar.
Apalagi kondisi bisnis jasa makanan minuman secara umum mengalami penurunan cukup tajam sepanjang pandemi. Banyak bisnis yang tutup secara permanen karena biaya operasional tidak mampu ditutup oleh pendapatan.
“Jadi aneh kalau ada bisnis kuliner disuntik pendanaan sangat besar, akan jadi tanda tanya apa dasar investor melakukan pembiayaan sangat besar,” ujar Bhima.
Beberapa bisnis yang disuntik juga terbukti hanya bertahan pendek, seperti bisnis martabak yang dimiliki Kaesang. Awalnya, kata dia, bisnis martabak Kaesang memang sempat agresif membuka cabang di beberapa kota.
“Setelah itu redup.”
Menurut Bima, investor berani memasukkan modal besar untuk bisnis kuliner anak presiden karena mempunyai hitungan bisnis.
“Karena sudah masuk ranah politik, tentu pemilihan pendanaan yang tidak wajar bisa dikaitkan dengan afiliasi pengusaha dengan kekuasaan,” ucapnya.
“Di sini hitung-hitungannya akan berbeda, bukan sekedar prospek bisnis lagi,” tambahnya.
Adapun Gibran yang kini menjabat Walikota Solo meminta agar tuduhan tersebut dibuktikan terlebih dahulu.
“Dibuktikan sik, aku salah po ra (saya salah atau tidak. Salah yo detik ini ditangkep wae ra popo (tidak apa-apa), katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
