Bocah Miskin Dibalik Kesuksesan Kedai Kopi Starbucks

Starbucks
Starbucks. Sumber Unsplash/khadeejayasser

Terkini.id, Makassar — Siapa yang tidak kenal kedai kopi Starbucks yang fenomenal. Ternyata hanya sedikit yang tahu bahwa banyak cerita menarik yang tersembunyi dibalik kesuksesan kedai kopi yang mendunia ini.

Kopi Starbucks
Starbucks. Sumber: Unsplash/varungaba

Howard Schultz, merupakan salah satu orang yang berada dibalik kesuksesan Starbucks.

Meskipun Schultz bukan pendiri utama Starbucks, tetapi kisah awalnya sangat inspiratif. Bermula dari karyawan biasa, hingga menjadi pemilik resmi Starbucks.

Ia benar-benar memulai semuanya dari nol. Schultz berhasil melewati masa sulit dalam hidupnya kala itu.

Howard Schultz lahir di Brooklyn, New York, tahun 1953. Orangtuanya pekerja biasa, tidak memiliki penghasilan besar.

Ayahnya sempat bekerja sebagai seorang sopir truk dengan penghasilan yang minim.

Schultz bahkan sempat menjadi tulang punggung dalam keluarga. Ketika ayahnya mengalami kecelakaan saat bekerja.

Usia 12 tahun, Schultz sudah bekerja sebagai loper koran. Hingga menjadi penjaga toko, diumur 16 tahun. Schultz menempuh pendidikan sampai SMA dan nyaris tidak melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi karena tidak memiliki uang.

Beruntung, Schultz pandai di bidang olahraga. Ia kemudian menerima beasiswa sepak bola dari Northern Michigan University, awal tahun 1970-an.

Akhirnya, Schultz menjadi orang pertama dalam keluarganya yang bisa kuliah dan mendapat gelar sarjana.

Howard Schultz
Tahun 1975, Howard Schultz berhasil menyelesaikan studi. Sumber: howardschultz.com

Meninggalkan Pekerjaan dan Jatuh Cinta Dengan Kopi

Setelah lulus kuliah, Ia bekerja di beberapa perusahaan. Salah satunya perusahaan bernama Hammarplast. Perusahaan asal Swedia yang menjual peralatan pembuat kopi.

Sekitar tahun 1980-an, Schultz berkunjung ke salah satu kedai kopi yang menjadi pelanggannya di Seattle, Amerika Serikat. Ia penasaran karena kedai kopi itu sering memesan plastik kerucut (penyaring untuk membuat kopi) dalam jumlah banyak.

Starbucks, kedai kopi yang didirikan oleh Jerry Baldwin, Gordon Bowker, dan Zev Siegl saat itu masih kecil dengan kapasitas tempat yang terbatas.

Toko pertama Starbucks.
Kedai Kopi Pertama Starbucks. Sumber: Thehundreds

Meskipun Starbucks kala itu belum besar dan hanya memiliki beberapa kedai kopi saja, namun penjualannya tiap bulan menunjukan peningkatan yang signifikan dan cukup bagus.

Hal itulah yang membuat Schultz tertarik dengan Starbucks. Ia kemudian menghubungi salah satu pendiri Starbucks, Jerry Baldwin. Lalu memohon untuk dipekerjakan di sana. Namun Ia tidak langsung diterima saat itu.

Zev Siegl, Jerry Baldwin dan Gordon Bowker
Pendiri awal Starbucks. Zev Siegl, Jerry Baldwin dan Gordon Bowker. Sumber: successstory.com

Baru sekitar 1 tahun kemudian, Schultz meninggalkan pekerjaan sebelumnya dan bekerja di Starbucks dengan posisi sebagai direktur pemasaran. Meski gaji yang Ia terima lebih kecil dari perusahaan sebelumnya, Schultz tetap antusias.

Ia semangat dan optimis bekerja di Starbucks karena melihat peluang yang cemerlang dalam bisnis kopi.

Ketika baru mulai bekerja, Schultz saat itu tidak hanya menjual kopi namun juga biji kopi, serta produk seputar kopi.

Tahun 1983, Howard Schultz mengunjungi Milan lalu kembali dengan membawa konsep baru dan resep kopi latte serta cappucino yang meningkatkan penjualan Starbucks sampai tiga kali lipat.

Howard Schultz berkunjung ke Milan
Howard Schultz saat berkunjung ke Milan, Italy. Sumber: stories.starbucks.com

Pada tahun 1985, Schultz sempat mengajukan konsep kafe baru ke Baldwin, yakni konsep yang terinspirasi oleh kafe yang ada di Milan, Italia.

Namun usulan dari Schultz ditolak oleh Jerry Baldwin, alasannya karena mereka belum siap untuk menghadirkan konsep kafe seperti yang ditawarkan oleh Schultz.

Akhirnya Schultz kemudian memutuskan untuk keluar dari Starbucks pada tahun 1985. Lalu Schultz bertekad mendirikan kedai kopi yang sesuai dengan keinginannya. Namun, tentunya tidak mudah.

Ia membutuhkan modal sebesar US$400.000. Schultz tidak memiliki uang sebanyak itu.

Karena Schultz optimis dan tidak menyerah, akhirnya Ia berhasil mendapat modal dari pemilik Starbucks yang bersedia membantunya dan pinjaman dari bank. Di tahun 1987, Howard Schultz membuka sebuah kedai kopi di Seattle dengan nama “Il Giornale”. Kedai kopi itu menuai sukses besar.

Tahun 1985 Schultz meninggalkan Starbucks dan merintis kedai kopi Il Giornale. Sumber stories.starbucks.com
1985, Schultz meninggalkan Starbucks dan merintis kedai kopi Il Giornale. Sumber: stories.starbucks.com

Setahun menjalankan bisnis kedai kopi “Il Giornale”, Schultz mendapat kabar kalau pemilik Starbucks akan menjual kedainya beserta brand kedai tersebut. Karena mereka kewalahan mempertahankan perusahaan itu.

Starbucks dijual seharga kurang lebih 4 juta dolar. Schultz pun langsung menemui pemberi kredit dan meyakinkan mereka untuk memberinya pinjaman baru.

Howard Schultz akhirnya bisa membeli Starbucks, menjadi pemilik, sekaligus manajer Starbucks.

Howard Schultz, Pemilik Starbucks.
Howard Schultz, Pemilik Starbucks. Sumber: gettyimages.com

Schultz berinovasi dengan konsep kafe Starbucks yang modern. Dengan menghadirkan barista profesional di sudut bar untuk menyajikan kopi secara langsung.

Howard Schultz membuktikan ke para pemberi kredit bahwa dalam waktu 5 tahun dia dapat membuka 125 kedai di Amerika Serikat.

Dan pada tahun 1992 dia berhasil membuka kedai kopi Starbucks dengan jumlah yang lebih banyak dari rencana awalnya.

Starbucks Hadir di China, tahun 199
Tahun 1999 Howard Schultz meresmikan kedai pertama Starbucks, di China. Sumber: stories.starbucks.com

Siapa sangka, bocah kecil yang dulunya hidup serba kekurangan, banting tulang untuk membantu keluarganya, kini menjadi pengusaha kopi terkaya di dunia. Berkat kegigihannya.

Pemilik Starbucks
Howard Schultz bersama partner Starbucks. Sumber: stories.starbucks.com

Komentar

Rekomendasi

Berita Lainnya

Hari Perempuan Internasional, Ini Para Single Mother yang Sukses Mandiri dengan Memanfaatkan Teknologi

Menyentuh, Calon Dokter Cerita Kisahnya Dibesarkan oleh Ayah Down Syndrome

Kisah Sukses Pengusaha Kuliner Hits Geprek Bensu

Anaknya Jadi Bupati, Margaretha Tolak Fasilitas Negara dan Tetap Jualan Sayur

Hebat, Nur Afdhaliyah Lulus Kedokteran UMI Berkat Hafalan 30 Juz Alquran

Kisah Inspiratif Aida Ramadhani, Duta Genre Sulsel 2018

Daeng Sangnging, Tukang Bersih-bersih Sukses Sekolahkan Anaknya Hingga Cumlaude

Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang Bagi Iskandar Jadi Pengusaha Mandiri

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar