Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar menjadi sorotan publik usai membongkar dosa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) semasa menjabat presiden.
Bahkan, kata Denny Siregar, ia merasa malu dan tidak bangga menjadi warga negara Indonesia saat SBY presiden.
Hal itu disampaikan Denny Siregar dalam video berjudul ‘Kenapa Saya Tidak Suka dengan Keluarga SBY!’ yang tayang di kanal Youtube 2045 TV, seperti dilihat pada Senin 15 Maret 2021.
Dalam video itu, Denny mengaku saat negara dipimpin SBY ia kerap menahan malu saat bepergian ke Malaysia.
Pasalnya, menurut Denny Siregar, masyarakat setempat kerap merendahkan Indonesia. Oleh karenanya, dia sempat merasa tak bangga terlahir sebagai anak bangsa.
- Program Hafalan Juz 30 Pemprov Sulsel Dapat Kritik Denny Siregar: Diketawain Sama China
- Denny Siregar Prediksi Prabowo Subianto Akan Gandeng Gibran Rakabuming Sebagai Cawapres
- Polisi Tak Temukan Proyektil Penembakan Bahar Smith, Denny Siregar: Drama Zonk
- Prediksi Denny Siregar: Pilpres 2024 Hanya Ganjar Vs Prabowo, Anies Makin Lemah
- Denny Siregar: Mau Ibadah Natal Aja Susah, Nabi Pasti Nangis!
“Saat masa pemerintahan SBY, saya di Malaysia itu malu, asli. Mereka merendahkan Indonesia. Saya enggak bangga sebagai orang Indonesia pas zaman pemerintahan SBY,” ungkap Denny Siregar.
Namun, lanjut Denny, di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) orang Malaysia malah bangga dengan Indonesia.
Maka dari itu, ia juga ikut merasa bangga kepada Presiden Jokowi.
“Sekarang, orang Malaysia malah bangga sama Indonesia. Terus muncul kebanggaan saya kepada Jokowi,” tuturnya.
Mengutip Hops.id, Denny Siregar dalam tayangan video tersebut juga mengungkapkan bahwa SBY kerap kali berpura-pura alias pencitraan selama menjabat sebagai presiden.
Bahkan, menurut Denny, pencitraan yang ditampilkan SBY di hadapan publik dan media menurutnya terlalu berlebihan alias tak sesuai kenyataan.
“Pak SBY lebih banyak omongnya, lebih banyak pencitraannya, ketimbang hasil kerjanya,” tegasnya.
Sebelumnya, Denny Siregar membeberkan dosa SBY saat masih menjabat sebagai Presiden RI. Dosa tersebut terkait gerakan kelompok radikal.
Denny menyebut di saat SBY presiden, kelompok radikal tumbuh dan bebas bergerak di Indonesia.
Menurutnya, gerakan radikalisme tersebut mulai tumbuh dan mendapat ruang sejak SBY menjabat.
Denny Siregar menilai, bebasnya kelompok radikal itu terlihat saat SBY memberikan izin kepada stasiun televisi negara yakni TVRI untuk menayangkan kegiatan Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI.
“Kita lihat, tahun 2013, HTI dengan enaknya membajak TVRI dan disiarkan ke seluruh dunia dalam siaran langsung untuk mempropagandakan konsep khilafah. Kan ini bertentangan sekali dengan NKRI,” kata Denny Siregar.
Ia pun menilai, aksi kelompok HTI yang notabenenya merupakan jaringan radikalisme global tersebut hanya terjadi di zaman pemerintahan SBY.
“Kelompok HTI yang merupakan jaringan radikalisme global yang di banyak negara dimusuhi dan dibubarkan, bahkan pentolannya dihukum mati, di Indonesia bisa berkembang dengan bebas tanpa perlawanan sedikit pun. Ini hanya terjadi di zaman pemerintahan SBY,” tutur Denny Siregar.
Ia pun menduga, selama SBY menjabat sebagai kepala negara Indonesia Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu telah memfasilitasi kegiatan sejumlah kelompok radikal.
Tak hanya HTI, kata Denny, menurutnya ISIS juga mendapat perlakuan serupa di Indonesia saat SBY menjabat.
Bahkan, Denny Siregar mengungkapkan pada 2011
ISIS mereka dengan mudahnya masuk ke Indonesia dan membaiat kadernya di banyak lokasi.
Selain itu, lanjut Denny, kelompok radikal ISIS juga membangun model latihan militer dan disiarkan di banyak stasiun televisi.
“Ini kesalahan siapa? Di pemerintahan siapa? Pemerintahan SBY!,” tegas Denny Siregar.
Denny Siregar dalam tayangan video di kanal Youtube 2045 TV, juga menyebut SBY telah melemahkan instansi kepolisian untuk menindak kelompok beraliran radikalisme.
Padahal, menurut Denny, jika kelompok radikal itu terus dibiarkan mereka bisa membahayakan negara.
“Pertanyaannya, kenapa mereka (kelompok radikal) bisa begitu jumawa, kenapa mereka bisa begitu merasa besar di zaman pemerintahan SBY? Ya karena dibiarkan!,” ujar Denny.
Menurutnya, kemungkinan kelompok radikal itu juga difasilitasi dengan bantuan sosial untuk ormas keislaman.
“Bahkan mungkin difasilitasi dengan bantuan sosial untuk ormas keislaman, supaya mereka tak melawan pemerintah,” ungkapnya.
Denny Siregar juga menduga, SBY mungkin tidak secara terang-terangan mendukung gerakan radikalisme di Indonesia. Namun, menurutnya SBY telah melakukan kejahatan yang sama dengan membiarkan kelompok radikal itu bebas bergerak di Indonesia.
“Pak SBY tidak mendukung radikalisme, tetapi membiarkannya, bahkan mungkin memfasilitasinya, itu juga kejahatan yang sama,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
