Terkini.id, Jakarta – Peneliti dari Majelis Ulama Indonesia atau MUI, Taufik Hidayat mengungkap identitas sebenarnya dari sosok pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang yang belakangan ini menjadi perhatian publik.
Peneliti MUI itu pun mengungkap bahwa Panji Gumilang sudah pernah mengaku bahwa dirinya adalah Abu Totok, salah satu aktivis sekaligus pendiri Negara Islam Indonesia (NII) KW 9.
Hal itu disampaikan Taufik Hidayat saat hadir sebagai narasumber di Program Catatan Demokrasi yang tayang di kanal YouTube tvOneNews.
Dalam program tersebut, Taufik awalnya mengungkap bahwa Al Zaytun lebih kepada pusat konsentrasi atau kamp dibanding pondok pesantren.
“Al Zaytun ini lebih merupakan pusat konsentrasi, jadi kalau ada dari MUI, Kemenag datang ke sana ngirim surat mau investigasi itu hal yang tidak mungkin,” ungkap Taufik Hidayat, seperti dilihat terkini.id dari tayangan program tersebut, Senin 3 Juli 2023.
Taufik pun mengingatkan kembali kepada Panji Gumilang bahwa ia pernah mewawancarai langsung pimpinan Al Zaytun itu selama 5 jam lebih.
“Jadi saya mau menantang Panji Gumilang, anda lupa yah saya pernah mewawancarai anda 5 jam lebih,” tuturnya mengingatkan Panji.
Ketika itu, kata Taufik, ia sempat menanyakan kepada Panji apakah benar dia adalah aktivis NII Abu Totok atau bukan. Panji pun kala itu mengakui bahwa dirinya memang benar Abu Totok.
“Saat itu kami kejar, betulkah anda itu Abu Totok (salah satu pendiri NII KW 9)? Akhirnya ujungnya dia ngaku juga,” ujar Taufik.
“Karena saya bilang syekh asli Sembung Anyar, Dukun, Gresik kan. Saya juga sudah ketemu sama adik Anda Wahid, bahkan ibunya Panji Gumilang,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, Taufik juga menyebut bahwa Mantan Kepala BIN yakni Hendropriyono adalah orang yang mendukung Al Zaytun.
Sebab, kata dia, yang bersangkutan pernah mengancam pihaknya terkait hasil penelitiannya tentang Panji Gumilang dan Al Zaytun tersebut.
“Saya ingin orang-orang yang mendukung Al Zaytun terutama Hendropriyono kepala BIN harus diperiksa,’” tegas Taufik.
“Karena hasil penelitian kami itu dibilang buku iblis. Kita diancam. Isinya tentang kesesatan Al Zaytun,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
