Masuk

Retakan Tanah di Lebak, BPBD: Kemungkinan Retakan Akan Melintang

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Retakan tanah terjadi di Kampung Kebon Kelapa, Desa Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar, Lebak Banten. BPBD: kemungkinan retakan akan melintang, Sabtu 11 Juni 2022.

Retakan tanah diawali dari pergerakan tanah setelah diguyur hujan deras. Salah satu warga kampung Lebak Awaludin menceritakan kronologi kejadian tersebut, dilansir dari detiknews pada Sabtu 11 Juni 2022.

“Awalnya dengar ada suara retakan kaya genting pecah gitu, itu (suara) kira-kira jam 6 sore yah (kemarin),” jelas Awaludin pada keterangannya, Sabtu 11 Juni 2022.

Baca Juga: Longsor Malino Telan Korban Jiwa, BMKG Makassar Peringatkan Masyarakat Gowa

Awaluddin mengucapkan bahwa tanah retak sekitar pukul 19.00 WIB. Itu terjadi terus hingga pukul 22.00 WIB.

“Sedikit-sedikit mulai retak. Awalnya jalan, terus ke rumah yang ada warungnya. Sebelum kaya gini ada hujan deras dulu,” sambungnya.

Dikarenakan takut tanah kembali bergerak, Awaluddin lantas memutuskan mengungsi ke tempat yang lebih aman. “Ngungsi, takut soalnya,” ucapnya.

Baca Juga: Buntut Kasus Suap Mafia Tanah Rp 15 Miliar, Kantor ATR/BPN Lebak Digeledah Penyidik Kejati Banten

Disamping itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak Febby Rizky Pratama menjelaskan kejadian itu adalah kejadian kedua di desa itu setelah pernah terjadi pada 27 Januari 2022 silam.

Tanah itu menurut Febby, betul berpotensi terjadinya pergerakan karena dekat pada aliran Sungai Ciujung.

“Waktu itu (Januari) kita sudah melakukan pemetaan, memang retakannya akan terus turun. Kemungkinan retakan akan melintang, awalnya kan di sebelah sungai kemungkinan akan melintas ke jalan,” terang Febby.

Ungkap Febby, pergerakan tanah tersebut dipicu oleh hujan deras. Oleh sebab itu, tanah yang sebelumnya sudah bergerak akan semakin ditarik ke bawah.

Baca Juga: Seoul dan Sejumlah Wilayah di Korea Selatan Terendam Banjir Akibat Hujan Deras

Akibat kejadian tersebut, satu jalan poros desa dan sekitar lima rumah yang terdampak. Buat warga yang kediamannya terdampak, pihaknya langsung terjung melakukan evakuasi.

“Dua rumah yang harus diungsikan sambil melihat pergerakan tanah. Nanti baru diputuskan apakah rumah di sekitarnya harus diungsikan juga atau tidak,” bebernya.

Tidak hanya itu, akses ke jalan poros desa itu, kini terputus. Tanah bergerak menimbulkan jalan menjadi amblas pada ketinggian setara 2 meter.

“Lebarnya pun cukup panjang, jadi jalan tersebut memang benar-benar tidak bisa dilalui baik roda dua, empat atau warga setempat tidak boleh melintas. Pihak kepolisian juga sudah memasang police line, siapapun tidak boleh lewat jalur ini,” imbuhnya.

Dikabarkan sebelumnya, terjadinya pergerakan tanah pada Kamis 27 Januari 2022 pada pukul 15.00 WIB Kampung Kebon Kelapa, Desa Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar, Lebak. Akibat fenomena ini, ada satu rumah produksi tahu dan dua rumah yang rusak.