Masuk

Buntut Kasus Suap Mafia Tanah Rp 15 Miliar, Kantor ATR/BPN Lebak Digeledah Penyidik Kejati Banten

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Kantor Kementerian ATR/BPN Kabupaten Lebak digeledah penyidik Kejaksaan Tinggi alias Kejati Banten pada Jumat 21 Oktober 2022, terkait kasus suap mafia tanah Rp 15 Miliar.

Tim penyidik berhasil menyita 57 bundel dokumen di Kantor Kementerian ATR/BPN Kabupaten Lebak terkait permohonan hak atas tanah yang dimohonkan MS.

Selain itu, penyidik juga menggeledah rumah tersangka berinisial MS yang merupakan calo tanah menyuap Kepala BPN Lebak berinisial AM.

Baca Juga: Hadi Tjahjanto, Menteri ATR/BPN, Ungkap: Mafia Tanah Itu Ada Lima Oknum, Termasuk Oknum Kecamatan dan Kepala Desa

Tim penyidik pun berhasil menyita 29 bundel dokumen dari kediaman yang terletak di Jalan Johar No 50 Kampung Maja, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak.

“Demi kepentingan penyidikan perkara tindak pidana korupsi, Tim Penyidik segera melakukan tindakan hukum tersebut agar masalah menjadi lebih jelas,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Leonard Eben Ezer Simanjuntak melalui keterangannya pada Jumat 21 Oktober 2022, dikutip oleh Suara.com jaringan Terkini.id.

Kemudian, penyidik juga menyegel 2 unit rumah yaitu satu, rumah atas nama AM di Perumahan Citra Maja Raya Cluster Green Ville Blok A35 No 30, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten.

Baca Juga: Kasus Suap Penerimaan Mahasiswa Baru di Unila, Rektor Menjadi Tersangka

Untuk rumah kedua atas nama adik AM yang disegel penyidik berada di Perumahan Citra Maja Raya Cluster Sanur Blok G19 No 26, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten.

Sebelumnya dikabarkan, Kejati Banten telah menetapkan empat tersangka dalam kasus suap di Kantor Kementerian ATR/BPN Kabupaten Lebak. Empat di antaranya adalah AM sebagai Kepala BPN; pegawai honorer berinisial DER; MS sebagai calo tanah; dan EHP merupakan anak dari MS.

Diketahui, penetapan keempatnya tercantum dalam Surat Perintah Penetapan Tersangka yang dikeluarkan Kepala Kejati Banten pada Kamis 20 Oktober 2022.