Ia menilai BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya memberikan santunan, tetapi juga memastikan manfaat tersebut dapat dikelola sehingga memberikan dampak jangka panjang.
“Idenya luar biasa. Menurut saya, ini harus kita apresiasi. BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya sampai memberikan uang atau santunan, tapi juga mengawal bagaimana uang atau santunan itu bisa bermanfaat secara berlanjut, terus-menerus. Karena memang kemandirian ini menjadi kunci,” ujar Yassierli.
Menurut Yassierli, PEKA berpotensi mendorong lahirnya tenaga kerja mandiri dan wirausaha baru. Kementerian Ketenagakerjaan, kata dia, siap berkolaborasi dalam memberikan pendampingan agar usaha yang dibangun penerima manfaat maupun ahli waris dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Kita berharap bisa menumbuhkan tenaga kerja mandiri baru, wirausaha baru yang akan menjadi soko guru perekonomian bangsa kita. Ujungnya tentu kita berharap tidak hanya wirausaha baru, tapi juga nanti menciptakan lapangan kerja baru,” tambahnya.
Ia berharap PEKA menjadi harapan baru bagi penerima manfaat dan ahli waris untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus membangun kemandirian ekonomi.
- Meriah, TK Hj Sitti Aminah Binamu Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Lomba Siswa dan Orang Tua
- Bangun Makassar Berbasis Evidence, CIDES ICMI Sulsel Siap Kawal Kebijakan Pemkot
- Semarak HUT Ke-81 RI, Semen Tonasa Gelar Upacara Kemerdekaan dengan Khidmat
- Polres Jeneponto Atensi Kasus Dugaan Pengeroyokan Oknum Guru SDN 14 Tamalatea, Bakal Tindak Tegas Pelaku
- Perambahan Ilegal di Tanamalia Mencapai 4,5 Ha Per Hari, Ribuan Hektare Hutan Jadi Kebun Merica
Manfaat Tidak Berhenti pada Santunan
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan, PEKA lahir dari perhatian terhadap keberlanjutan manfaat yang diterima peserta maupun ahli waris.
BPJS Ketenagakerjaan, kata Saiful, ingin memastikan manfaat yang diberikan tidak hanya menjadi penopang kebutuhan dalam jangka pendek, tetapi juga dapat menjadi bekal untuk membangun sumber penghidupan baru.
“Kami melihat bagaimana manfaat yang diterima peserta ini bisa menjadi produktif. Kami khawatir kalau tidak dilakukan pendampingan dan pembekalan, manfaat yang diterima hanya menjadi konsumtif. Karena itu, melalui PEKA kami ingin mendorong shifting dari konsumtif menjadi produktif, dari menerima manfaat menjadi memiliki daya, dan pada akhirnya menjadi mandiri,” ujar Saiful.
Menurutnya, keberhasilan PEKA tidak semata-mata diukur dari jumlah peserta maupun pelatihan yang diberikan. Indikator utamanya adalah sejauh mana penerima manfaat mampu menjadi produktif, memperoleh penghasilan, dan kembali mandiri.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
