Masuk

20.700 Petani di Morowali Didaftarkan Pemda Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Komentar

Terkini.id, Morowali – Sebagai sebuah negara agraris, sektor pertanian menjadi salah satu motor penggerak perekonomian nasional. 

Tentunya pemerintah pusat maupun daerah perlu memberikan perhatian khusus bagi para petani yang tersebar di seluruh Indonesia.

Hal inilah yang mendorong BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) bersama Pemerintah Kabupaten Morowali untuk saling bersinergi dan menjadi pelopor dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi petani di wilayah Sulawesi Tengah. 

Baca Juga: Tim Penilai Paritrana Award 2022 Lakukan Wawancara ke Sejumlah Kepala Daerah dan Perusahaan di Sulsel

Sebanyak 20.700 petani mendapatkan perlindungan dua program dari BPJAMSOSTEK yaitu Jaminan Kecelakaan Kerjan (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak di seluruh Indonesia.

Kerjasama ini secara resmi diluncurkan oleh Direktur Kepesertaan BPJAMSOSTEK Zainudin dan Bupati Morowali Taslim dalam sebuah kegiatan yang digelar di kantor Bupati dan disaksikan oleh seluruh penyuluh pertanian di wilayah Kabupaten Morowali, Rabu 15 Juni 2022.

Dalam sambutannya, Bupati Morowali Taslim mengatakan bahwa kerjasama tersebut merupakan tindak lanjut atas Instruksi Presiden (Inpres) nomor 2 tahun 2021 tentang optimalisasi pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan. 

Baca Juga: Jalani Tahap Wawancara, Danny Pomanto Optimis Makassar Raih Paritrana Award BPJS Ketenagakerjaan 2022

“Berharap sinergi ini dapat terus terjalin demi mewujudkan visi Kabupaten Morowali yaitu sejahtera bersama,”ujarnya.

Sementara itu, Zainudin menyatakan apresiasinya kepada kabupaten morowali yang telah serius memperhatikan kesejahteraan para petani yang masuk dalam kategori pekerja rentan.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen Bapak bupati beserta seluruh jajarannya yang sudah ikut berperan besar dalam mewujudkan universal coverage perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Tentu hal positif ini dapat menjadi inspirasi bagi Pemeritah Kabupaten atau Kota lainnyaa di Provinsi Sulawesi Tengah,”terang Zainudin.

Zainudin menambahkan bahwa tidak hanya petani, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan juga diperuntukkan bagi seluruh pekerja di sektor Penerima Upah (PU) maupun Bukan Penerima Upah (BPU).