Terkini.id,Makassar – Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BRSPDF) Wirajaya Makassar kembali memberikan bantuan usaha kepada 64 orang penyandang disabilitas.
Penyerahan bantuan ini sekaligus dirangkaikan kegiatan penamatan/penyaluran bagi penerima manfaat yang selama beberapa bulan dibina di BRSPDF Wirajaya Makassar, di Aula Gedung Serba Guna kantor BRSPDF Wirajaya Jl. A.P. Pettarani Makassar, Jumat 14 Juni 2019.
Jenis bantuan yang diterima sebanyak 64 orang penyandang Disabilitas berupa bantuan Usaha Ekonomi Produktif, seperti peralatan usaha.
Ketua Panitia, M Dawam mengatakan nantinya, bantuan ini diharapkan bisa mendorong kemandirian usaha bagi para penyandang disibiltas saat memulai aktifitas hidup di tengah-tengah masyarakat.
“Harapannya semoga bisa mendorong kemandirian usaha bagi para penyandang disibiltas,” ujarnya.
- BRSPDF Wirajaya Gandeng Perdik Sulsel Gagas Desa Inklusi
- 32 Penyandang Disabilitas Jeneponto Terima Bantuan BRSPDF
- Bersama Perdik Sulsel, BRSPDF Makassar Gagas Perintisan Desa Inklusi
- Lagi, BRSPDF Wirajaya Makassar Terima Bantuan Kursi Roda
- Kembangkan Layanan Disabilitas di Lutra, Ini yang Dilakukan BRSPDF Wirajaya
Disebutkan untuk tahun 2019 BRSPDF Wirajaya Makassar menargetkan sebanyak 120 Orang penyandang Disabilitas fisik sebagai penerima manfaat untuk dibina di BRSPDF Wirajaya, dan untuk tahap awal sebanyak 64 orang dinyatakan lulus.
Selanjutnya 64 orang yang dinyatakan lulus ini akan dikembalikan ke daerah asal masing-masing yang menyebar di beberapa Kabupaten/kota, khususnya yang berada di Provinsi Wilayah Timur Indonesia.
Sementara itu, Kepala BRSPDF Wirajaya, Saiful Samad mengatakan, penamatan 64 orang penyandang Disabilitas yang dinyatakan lulus tahun ini, sudah memiliki bekal keterampilan yang selama beberapa bulan dibina dan dibekali di BRSPDF Wirajaya.
“Mereka telah dibina dan dibekali dengan berbagai keterampilan, baik keterampilan otomotif, percetakan, penjahitan, tata rias, elektronik, meubel, photografi, dan beberapa keterampilan usaha produktif lainnya,” jelasnya.
Saiful Samad menambahkan, dengan bekal keterampilan yang dimiliki, diharapkan penyandang Disabilitas dapat hidup mandiri dan punya semangat untuk survive dalam menghadapi dinamika hidup di era globalisasi.
“Jadikan keterampilan yang saudara miliki, untuk mendarmabaktikan hidup saudara buat bangsa dan negara. Kesuksesan saudara-saudara bisa diukur jika anda bisa menjadi inspirasi ditengah-tengah masyarakat,” ujar Saiful.
Diketahui, lulusan terbaik pada penamatan tahap awal untuk tahun anggaran 2019, diraih oleh Fitriani yang selama ini memilih keterampilan penjahitan pakaian wanita. Fitriani sendiri adalah penyandang disabilitas fisik berasal dari Kabupaten Polman Sulawesi Barat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
