Antusias Puluhan Penyandang Disabilitas Fisik Dilatih Praktek Belajar Kerja

Antusias Puluhan Penyandang Disabilitas Fisik Dilatih Praktek Belajar Kerja

Terkini.id,Makassar – Sebanyak 21 orang penyandang disabilitas fisik dilatih Praktek Belajar Kerja (PBK) di sejumlah perusahaan yang ada di kota Makassar.

Pelatihan ini merupakan kegiatan yang dikhususkan bagi penyandang disabilitas fisik (penerima layanan) yang mendapatkan pelayanan rehabilitasi sosial di dalam Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BRSPDF) Wirajaya di Makassar, Senin 4 November 2019.

Pelatihan tersebut bertempat di halaman kantor BRSPDF Wirajaya, para penerima layanan begitu antusias mendapatkan pengarahan langsung dari Kepala BRSPDF Wiarajaya Syaiful Samad.

Saat memberikan arahan, Syaiful lebih banyak menekankan kepada peserta PBK untuk serius mengikuti kegiatan PBK yang direncananya dilaksanakan selama sebulan, yakni dari tanggal 4 November hingga 5 Desember 2019 mendatang.

Syaiful bahkan menganggap jika Program PBK menjadi wadah bagi anak-anak Penyandang Disabilitas mengenal lebih dalam dunia kerja sesungguhnya.

“Banyak ilmu dan pengalaman kerja nantinya yang didapatkan anak-anak selama Anda mengikuti PBK ini, maka dibutuhkan keseriusan untuk mendapatkan pelajaran yang bisa menambah keterampilan kerja anak-anakku,” ungkap Syaiful.

Sementara itu, Ketua Panitia PBK, MDawam menyampaikan bahwa 21 penerima layanan tersebut disebar di beberapa perusahaan-perusahaan sesuai dengan jenis pendidikan keterampilan yang didapatkan di BRSPDF Wirajaya.

“Jadi untuk tahun ini, anak-anak juga disebar ke beberapa perusahaan yang berkaitan dengan jenis keterampilan yang diajarkan di BRSPDF Wirajaya,” kata M. Dawam.

Untuk PBK kali ini, lanjut M.Dawam, ada sembilan perusahaan yang siap menerima, diantaranya perusahaan yang berkaitan dengan  keterampilan otomotif, penjahitan, percetakan, meubel, elektronik, tata rias dan fotografi.

Sebelum PBK ini dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan penjajakan di beberapa perusahaan-perusahaan. Penjajakan dianggap sangat penting untuk memberi informasi kepada pihak perusahaan terkait rencana kegiatan PBK bagi penyandang disabilitas.

“Penjajakan ini juga merupakan upaya untuk memastikan jika pihak perusahaan bersedia menerima Penyandang Disabilitas untuk mengikuti program PBK di Perusahaannya,” tegas Dawam.

Berita Terkait